LETUSAN GUNUNG SINABUNG: Skenario Terburuk Adalah Sinabung Ngajak Maraton

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Surono.

MEDAN – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr. Surono mengatakan, skenario terburuk yang muncul dari letusan Gunung Sinabung adalah gunung tertinggi di Sumatera Utara tersebut mengajak maraton. “Saya tadi sudah sampaikan dalam rapat bahwa sekenario yang terburuk adalah Sinabung ngajak maraton,” kata Surono usai Rapat Evaluasi Penanggulangan Darurat Bencana Alam Gunung Sinabung di Posko Induk Bencana Alam Gunung Sinabung Lantai 8 Kantor Gubernur Sumut, Selasa (7/9).

Surono menjelaskan, maraton  yang dimaksud dalam hal ini adalah bahwa aktivitas letusan gunung Sinabung tidak akan cepat reda akan ada letusan-letusan selanjutnya.

Menurut Surono, letusan yang terjadi pagi tadi (7/9) sekitar pukul 00.23 merupakan letusan yang terdahsyat. Hal tersebut dibuktikan dengan dentuman dan getaran sampai radius jarak 8 km dan hujan abu yang tidak pernah terjadi sebelumnya di desa Surbakti, pagi ini telah terjadi.

“Kami mencatat sedikitnya terjadi 24 kali gempa vulkanik. Padahal saya pikir letusan tanggal 3 September lalu adalah letusan terbesar dan pamungkas,” tambahnya.

Beruntung dalam letusan Sinabung tadi pagi, kata Surono, terjadi hujan di sekitar letusan Gunung Sinabung sehingga hujan abu yang terjadi tidak beterbangan dan tidak menggangu kesehatan. “Letusan Sinabung masih akan berlanjut. Oleh karena itu status awas masih kita pertahankan dan radius 6 km masih dianggap steril,” katanya. (*)

Baca Juga :  Bupati Karo: Letusan Sinabung Bukan Peristiwa Luar Biasa

Sumber:

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*