Lima Calo CPNS Berhasil Diringkus

Jajaran Polres Kediri Kota, Jawa Timur, menangkap lima orang yang bertindak sebagai calo dalam penerimaan calon pegawai negeri sipil Kabupaten Kediri 2010 dengan modus menjadikan sebagai tenaga honorer daerah.

Kapolres Kediri Ajun Komisaris Besar Mulya Hasudungan Ritonga, Selasa (21/12/2010), mengemukakan, penangkapan kelima tersangka itu dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat yang mengaku telah tertipu.

“Kami menerima laporan dari masyarakat tentang adanya keterlibatan calo PNS. Setelah kami tindak lanjuti, kami menangkap ada lima tersangka,” ucapnya.

Kelima tersangka yang ditangkap itu adalah Her (30), warga Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Nganjuk; kedua adalah Kas (57), pensiunan pegawai PLN, tinggal di Kelurahan Tinalan, Pesantren, Kota Kediri.

Tersangka ketiga Kus (52), pensiunan kepala dusun, warga Desa Beret, Ngronggot, Nganjuk; keempat Ton (56), warga Desa Nglabak, Banyakan, Kediri; dan terakhir Did (59), warga Desa Bakalan, Grogol, Nganjuk.

Penangkapan kelima tersangka itu berawal dari penangkapan Kus di Bank BNI 46 Kediri, Jalan Brawijaya.

Ia berencana mengambil uang hasil kiriman dari para korban, baru kemudian tersangka lain ditangkap.

Kapolres mengatakan, dalam aksinya mereka memberikan iming-iming kepada korban dengan dijanjikan akan dimasukkan jadi PNS lewat jalur belakang. Sebagai langkah awal, mereka akan dijadikan sebagai honorer daerah.

Untuk lebih meyakinkan calon korban, mereka membawa surat tugas tentang penerimaan karyawan tersebut.

Baca Juga :  Hati-hati, Uang Palsu Recehan Mulai Beredar

Agar lolos menjadi PNS, para korban harus menyetorkan sejumlah uang yang besarnya Rp 35-Rp 75 juta per orang.

“Mereka ada yang dimintai Rp 35 hingga Rp 75 juta per orang, sesuai dengan pendidikannya,” paparnya.

Para korban mengaku percaya karena mereka juga diberikan seragam untuk bekerja sebagai honorer daerah di Kabupaten Kediri.

Namun, para korban mengaku resah karena hingga Desember 2010 belum ada kepastian. Padahal, mereka sudah telanjur membayar uang pada Maret 2010.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, korban saat ini sudah mencapai 104 orang. Diperkirakan, nominal kerugian mencapai Rp 500 juta.

Kapolres juga mengaku masih melakukan penyelidikan. Pihaknya menduga, ada orang dalam yang terlibat. Dari informasi yang didapat, ada keterlibatan oknum PNS di Kabupaten Kediri.

Oknum itu berinisial Swt, seorang pegawai yang duduk di Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Kayen Kidul Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

Namun, polisi hingga kini belum bisa menahannya karena yang bersangkutan sedang dirawat di RSUD Pelem Pare.

“Kami masih terus menyelidiki masalah ini, termasuk dugaan keterlibatan oknum PNS,” kata. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*