Lima desa di Palas diserang malaria

awas malaria

WASPADA ONLINE

SIBUHUAN – Lima desa di kecamatan Ulu Barumun, kabupaten Padang Lawas (Palas) diserang penyakit malaria. 32 warga dinyatakan penderita malaria positif sesuai dengan hasil sample (contoh) darah atau Rapid Diagnostic Test (RDT).

Kepala Dinas Kesehatan dan Sosial Paalas, Ahmadin Hutagalung, tadi malam, mengungkapkan, ke-32 penderita itu berasal dari desa Pasar Ipuh, Paringgonan, Paringgonan Julu, Paran Batu, dan desa Sibual-buali.

“Selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Januari, tim dari Dinkes Palas berada di lokasi wilayah Puskesmas Paringgonan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit dengan melakukan penyuluhan, pengobatan gratis dan pengasapan di lingkungan dan rumah-rumah warga,” katanya.

Dikatakan, seseorang dapat terjangkit malaria karena terinfeksi oleh plasmodium yang masuk ke dalam tubuh bersamaan dengan gigitan nyamuk Anopheles betina. Tubuh manusia bertindak sebagai sel inang. Ada interaksi tertentu yang menyebabkan nyamuk Anopheles betina dapat mengenali sel inangnya.

Disebutkan, kecamatan Ulu Barumun belum termasuk daerah endemis malaria. Namun, kecamatan Hutaraja Tinggi, Sosa, Lubuk Barumun, dan Barumun Tengah dinyatakan endemis tahun 2009 lalu.

“Bila tidak segera diantisipasi, tidak tertutup kemungkinan hal itu akan terjadi dan bahkan bisa menjadi kejadia luar bias (KLB),” katanya.

Dikatakan, nyamuk malaria Anopheles senang berkembang biak di air payau, persawahan ataupun saluran pembuangan limbah rumah tangga yang tidak tertutup. Jentik nyamuk akan berkembang seperti di bawah daun kiambang dalam kolam.

Baca Juga :  Gubsu Minta Pelaksanaan Penerimaan CPNS Serentak dan Bebas KKN, Jumlah Formasi 14.053 Orang

“Pemoggingan hanya untuk membunuh nyamuknya, sedangkan jentiknya tetap akan berkembang. Kita menyarankan agar warga tetap membersihakan lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
(dat08/wsp)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*