Lima Jaksa Kejari Padang Sidempuan Dilaporkan

Lima jaksa dan satu staf Kejaksaan Negeri (Kejari) Padang Sidempuan dilaporkan oleh istri LH Tampubolon yang menjadi tersangka korupsi ke bagian pengawasan Kejatisu. Laporan tersebut karena penetapan status tersangka dianggap tak melalui pemeriksaan.

Pihak yang dilaporkan antara lain, Kajari Indrasyah Nasution, Pelaksana Harian Kejari Sitti Suharni Harahap, Kepala Seksi Intel Kejari Polim Siregar, Jaksa Penyidik Yudha Utama Putra, dan Jaksa Penyidik Indra J Zamachsyari, serta Asrin (staf).

Laporan pengaduan dengan surat laporan No 847/KHHR/M/VII/2010 tertanggal 19 Juli 2010, tersebut disampaikan tersangka korupsi pembangunan Bandara Aek Godang, LH Tampubolan, melalui kuasa hukumnya dari kantor advokad Hombing Rizal  dan Rekan.

Rakerhut Situmorang, selaku Kuasa hukum tersangka, Rabu (21/7) menyampaikan, alasan pelaporan itu dilakukan, bahwa dalam penetapan tersangka LH Tampubulan tidak melalui pemeriksaan. Bahkan, enam saksi yang dinyatakan diperiksa oleh Kejari Padang Sidempuan ternyata hanya bohongan.

Dia membeberkan, sesuai dengan apa yang telah diterima pihaknya dari enam saksi yang dinyatakan telah diperiksa jeksa, ternyata membantah telah diperiksa. “Kami sudah pegang surat pernyataan enam saksi di atas materai enam ribu, jadi enam saksi yang disebut oleh Kejari Padangsidempuan ini hanya bohongan saja,” katanya.

Dipaparkanya, pada awalnya LH Tampubolon yang hanya sebagai staf teknis di Dinas Perhubungan Sumut diperiksa untuk tersangka Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan Bandara Aek Godang Heriyono.

Baca Juga :  Sidang Dugaan Korupsi TPAPD Tapsel Tahun 2005 - Pencairan Triwulan III dan IV Bermasalah

Setelah memberikan kesaksian inilah, LH Tampubolon ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. “Saat ditetapkan status tersangka, padahal status proyek ini selama 180 hari masih dalam pemeliharaan,” sebutnya.

Sumber: http://batakpos-online.com/content/view/15702/38/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*