Lima Peristiwa Paling Diingat Pada Upacara Pembukaan Piala Dunia

Sao Paulo  – Berikut lima peristiwa upacara pembuka paling dikenang jelang piala dunia 2014 yang akan digelar di Sao Paulo pada Kamis atau Jumat dini hari.

2010 — Afrika Selatan

Afrika menjadi tuan rumah piala dunia pertama kali — janji Sepp Blatter ketika pertama kali terpilih pada 1998 — dengan suguhan musik yang megah di Johannesburg dan beberapa bintang top nasional ikut andil. Namun Presiden Nelson Mandela yang kedatangannya ditunggu-tunggu tak dapat hadir karena cicit perempuannya tewas akibat kecelakan mobil pada hari itu. Mandela tetap datang pada final, tetapi hanya sebentar untuk berkeliling stadion sebelum Spanyol dan Belanda bertarung.

2006 — Jerman

Pertunjukan dimulai dengan munculnya supermodel Jerman Claudia Schiffer di lapangan ditemani Pele yang adalah legenda Brasil pemenang tiga kali Piala Dunia. Mereka terlihat bingung karena melihat dua orang berpakaian seperti tokoh cerita dongeng Hansel dan Gretel yang kemudian diserang oleh para penari.

2002 — Korea Selatan/Jepang

Korea Selatan bersama Jepang yang mempunyai catatan sejarah yang tidak menyenangkan saat bekerja sama menyelenggarakan piala dunia. Korea menyiapkan acara pembuka, sementara Jepang menampilkan upacara penutup. Namun, acara yang diselenggarakan kedua negara itu tidak menunjukkan adanya harmoni karena Kaisar Akhito tidak datang pada upacara pembukaan sedangkan Ketua FIFA Sepp Blatter disoraki oleh penonton ketika mencoba memberikan pidato pertamanya di Piala Dunia ketika terpilih menggantikan Joao Havelange.

Baca Juga :  Usaha Perkebunan di Paluta Diduga Tak Miliki Izin

1994 — Amerika Serikat

Diana Ross mungkin menjadi penyanyi soul legenda, tetapi kemampuannya mengolah bola menjadi poin utama pada acara pembukaan di Stadion Soldier Field, kandang klub yang merumput di Liga Amerika Chicago Bears.

1978 — Argentina

Upacara pembukaan di Argentina diliputi kegelapan dengan kejuatan yakni munculnya 24 tim dengan beberapa pemain enggan berkunjung ke negara yang dikuasai militer sejak 1976. Terlebih lagi Stadion River Plate hanya berjarak satu mil dari Naval Mechanics School (ESMA), sebuah penjara di mana pemberontak dihukum, demikian AFP./(ANTARA News)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*