Limbah Pabrik PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) Di Palas Diduga Cemari Sungai

5gm5y Limbah Pabrik PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) Di Palas Diduga Cemari Sungai
Limbah Pabrik PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) Di Palas Diduga Cemari Sungai (photo: Alambia – BIN)

SIbuhuan – Limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Karya Agung Sawita (PT. KAS) di Desa Aek Tinga, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas diduga cemari anak sungai yang mengalir ke Sungai aek tinga dan Sungai Sosa. Sedangkan sungai Sosa mengalir ke Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Dugaan ini, adalah hasil temuan team Wartawan dan LSM Forum Penyelamat Lingkungan Hidup Bukit Barisan (FPLH-BB) Kabupaten Padang Lawas

Tak hanya masyarakat yang dirugikan, tercemarnya Sungai akibat limbah, selain menyebabkan sakit, seperti gatal-gatal, asma akibat bau kimia, ispa, dan sakit perut bertahun-tahun, ratusan ikan yang hidup disungai sosa pun perlahan akan musnah. Banyak masyarakat yang sumber kehidupannya mencari ikan. Kalau ikan sudah habis dan masyarakat yang bersumber kehidupannya mencari ikan akan sangat merasa keberatan karena menjadi sumber kehidupannya

Komoditi kelapa sawit yang terus digenjot produksinya oleh pemerintah Indonesia, tak hanya menimbulkan berbagai problem lingkungan terkait musnahnya hutan hujan tropis Indonesia di berbagai wilayah dan berbagai spesies endemik yang ada. Perkebunan sawit, selama masa penanaman dan produksi, juga menimbulkan berbagai masalah serius bagi masyarakat yang ada di sekitar perkebunan. Salah satu yang seringkali terjadi adalah pencemaran sumber air masyarakat oleh limbah kebun sawit. Dampak yang terjadi, mulai dari menurunnya kualitas air, berkurangnya kuantitas air, dan tercemarnya sumber air masyarakat masih terjadi hingga kini. Rusaknya kualitas air, juga menyulitkan masyarakat untuk melakukan aktivitas pertanian.

Baca Juga :  Jalinsum Paluta terparah di Sumut

Seiring dengan masifnya ekspansi kelapa sawit, jeritan-jeritan akibat kerugian dan kerusakan lingkungan terus disampaikan oleh warga, terutama yang berdiam di sekitar perkebunan sawit. Dalam setahun terakhir, berbagai kasus pencemaran air oleh perkebunan maupun pabrik pengolahan kelapa sawit terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Padang lawas

Saat dikonfirmasi, masyarakat menjelaskan “dikala kemarau, sumur kami kekeringan. Kami akan mengambil dan menggunakan air sungai sosa untuk keperluan sehari-hari kami. Apabila sungai sudah hitam pekat tercemar limbah, akan bagaimana kami nantinya?” tandas H. Lubis di Ladang perkebunannya

Terkait dugaan pencemaran limbah ke sungai oleh PKS PT KAS tersebut, Ketua LSM FPLH-BB melalui Sekretaris Umum Mahyudin, mendesak Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Padang Lawas, segera menijau kembali Amdal PKS PT KAS, yang berada di Kecamatan Sosa tersebut.

Dari hasil investigasi di lapangan sering kita lihat warna air sungai tersebut berwarna hitam pekat. “Jika hal ini terus dibiarkan, akan membahayakan bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar PKS itu,” katanya.

Seperti diketahui, sambung Mahyuddin, air sungai tersebut masih sering dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari oleh masyarakat Desa Aek Tinga, yang bermukim di bantaran sungai. Seperti, untuk keperluan mencuci pakaian, mandi, bahkan untuk kebutuhan air minum.

Kami masyarakat, mengharapkan kepada pihak yang memiliki wewenang tentang permasalahan ini, untuk segera mengambil tindakan yang tegas demi tegaknya hukum, serta terselamatkannya lingkungan. Sebab lingkungan yang sehat adalah hak masyarakat dan kewajiban pemerintah untuk mencapainya.

Baca Juga :  Pihak SMKN 2 Kota Padangsidimpuan Pecat 7 Siswa yang Mengisap Ganja

Liputan : Alambia, Wartawan BIN Palas

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*