Lindungi Hutan Lindung dan Hutan Rakyat di seluruh Kecamatan Marancar

Akhir-akhir ini banyak mulai bermunculan tentang permasalahan-permasalahan tentang bagaimana kondisi hutan digarap oleh investor-investor dengan dalih Pembukaan kebun-kebun dalam partai-partai besar di penjuru Wilayah Republik ini. Setelah kejadian di Papua sekarang muncul permukaan tentang permasalahan-permasalahan tentang kejadian di Mesuji Lampung yang ujung-ujungnya sangat dirasakan berbagai pihak keamanan berpihak pada pemegang uang atau pemilik2 investor yang bergelimpangan dengan uang. Dengan kerjasamama dan menebarkan uang yang banyak maka sangat mudah bagi investor untuk mengajak pemerintahan-pemerintahan di daerah agar mau membantu mewujudkan tujuan investor agar tercapai dengan sukses dengan berbagai cara walaupun memakain waktu yang panjang.

Akhir-akhir ini khususnya selama tahun 2011 ini di sumatera utara, mulai mata masyarakat dan juga mata pemerintahan setempat/pusat, mata bisnis International serta dari berbagai pihak yang mencoba keberuntungan mulai berpaling pandangannya terhadap pertambangan emas di wilayah Batangtoru yang diperkirakan sampai ke wilayah kecamatan Marancar di Tapanuli Selatan. Menurut perkiraan sebagian orang dan bantuan ilmiah tehnology, area pertambangan sepertinya tidak tertutup kemungkinan bisa mencapai areal wilayah Kecamatan Marancar (sepanjang sungai Batangtoru. Walaupun baru segelintir orang mendengar kebenaran dari informasi tersebut namun beberapa pihak yang mengerti akan nilainya suatu pertambangan emas dan pemamfaatan hasil hutan sudah mulai mencari cara agar mendapat suatu keuntungan saat ini dan untuk dimasa depan. Dari informasi-informasi yang beredar dimasyarakat, bahkan pihak Pemda dengan berbagai dalih mencoba membuka jalan investor tersebut dengan dalih pengembangan-pengembangan dan pemamfaatan wilayah / hutan yang belum dimamfaatkan. Pembukaan-pembukaan jalan dengan dalih mempermudah masyarakat mengakses hasil-hasil perkebunan menjadi perlu disikapi secara baik dan bijaksana.
Akses jalan merupakan langkah / tahapan awal untuk jangka panjang yang harus dilalui guna memudahkan dan mendapatkan keuntungan yang besar oleh berbagai pihak. Dengan pembukaan jalan-jalan yang tidak diketahui tujuan utamanya pembukaan jalan kehutan-hutan yang tidak terjamah membuat nilai-nilai hutan yang tadinya merupakan hutan tak terjamah menjadi mudah dilalui dan didapatkan serta dimiliki berbagai pihak yang mengetahui keuntungan dari suatu hutan tersebut.

Hal ini sepertinya sudah mulai terasa di wilayah kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara yang banyak membuka jalan-jalan keperkebunan, kehutan lindung dan hutan yang tidak dijamah masyarakat setempa mengingat merupakan penopang wilayah kecamatan Marancar dari berbagai fauna dan tumbuhan langka yang tidak terpublikasi selama ini.

Jika diamati pembukaan2 jalan di wilayah Kec. marancar yang mengarah ke hutan atau kekebun masyarakat, sangat pesat dan kebanyakan mengarah ke arah barat mulai dari arah jalan raya dari Sipenggeng hingga Ke sipirok. Entah maksud dan tujuannya yang benar2 untuk membantu masyaraka atau tidak namun informasi tentang keberadaan Pertambangan Emas di Batangtoru ikut mempengaruhinya yang konon ceritanya emas tersebut sampai hingga kewilayah Kecamatan Marancar Timur dibagian Barat/area sekitar Sungai Batangoru. Pribadi-pribadi pemda mulai tertarik untuk ikutan investasi diwilayah ini dengan secara bertahap, mulai berusaha memiliki tanah masyarakat dengan berbagai cara baik jual beli atau dengan cara lainnya. Gerakan memiliki lahan dari berbagai pihak sepertinya kurang disadari masyarakat bahkan mulai terdengar adanya penebangan-penebangan hutan yang katanya sudah mendapat izin disekitar area Sungai Batangtoru hingga ke arah Marancar Timur, menjadi perlu disikapi dan disadari oleh mayarakat Marancar Timur khususnya. Penebangan/loging dengan alasan sudah mendapat izin tebang hutan disekitar area barat Kec. Marancar perlu dipertanyakan jika hal itu terjadi, bahkan jika tambang Emas hendak memperluas wilayah tambangnya maka perlu disikapi dampak lingkungan yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Jika hal ini terjadi maka ujung-ujungnya nanti yang merasakan dampak kerugian adalah masyarakat itu sendiri. Hewan-hewan langka yang tidak terpublikasi di wilayah Hutan Kec. Marancar yang selama ini sangat terjaga maka pelan dan pasti akan terganggu akan kehadiran pembukaan2 jalan dan dampak lingkungan pertambangan Emas. Pemda Pusat perlu mengawasi Situasi di wilayah kec. Marancar agar tidak membawa dampak negatif dimasa yang akan datang.
Kesuburan tanah di wilayah Kec. marancar juga akan kena dampaknya suatu saat jika hutan yang terjaga selama ini terganggu akibat penambangan emas yang mungkin akan lebih besar dimasa yang akan datang. Pemilik-pemilik baru hutan yang selama ini dijaga masyarakat dengan membiarkan beberapa hutan tidak digarap namun tiba-tiba disukai oleh investor dan disukai oleh pemilik modal dari luar wilayah perlu dicermati dan dan titanya mengapa hal itu secepatnya dilirik oleh investor.

Baca Juga :  Syahrul M Pasaribu : Bohong Jika Ada Menyebut Pembangunan Jalan di Tapsel Murni Bersumber dari APBD

Masyarakat yang mencintai keberadaan Hutang Lindung diwilayah ini berharap Pemda Tapanuli Selatan, Polisi dan keamanan lainnya serta pihak-pihak golongan yang menjabat sebagai pihak Pemda atau DPRD dapat benar-benar menjaga kepentingan masyarakat diatas kepentingan pribadi, golongan atau kelompok. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat akan terjadi hal-hal yang menghancurkan wilayah kecamatan Marancar jika tidak diawasi dari pihak Pemerintahan Pusat, Polri, atau pengawas dari pemerintahan diatas TK II, bahkan pihak LSM (lembaga Swadaya Masyarakat) yang peduli Lingkungan dari tingkat Pusat dan International perlu mencermati hal perkembangan2 yang terjadi di wilayah ini.

Saat ini ada terdengar informasi bahwa beberapa hutan di wilayah ini ditebang/loging oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan sudah mendapat izin dari pihak Pemda, dari keamanan atau pihak terkaid, sehingga masyarakat setempat tidak punya daya untuk menghalau tindakan tersebut.

Wilayah kec. Marancar yang merupakan salah satu wilayah yang subur di Tabagsel dan juga mempunyai salah satu Hutan yang terbaik di Sumatera Utara, perlu diawasi dari tingkat lebih tinggi guna menghindari dampak Lingkungan khususnya satwa langka yang tidak dipublikasikan selama ini.
Hutan yang benar-benar sangat terjaga oleh masyarakat perlu dijaga kelestariannya bahkan harus peduli mulai dari perbatasan dengan Batangtoru hingga berbatasan dengan kecamatan Sipirok perlu diawasi keberadaannya kalau tidak mau wilayah kecamatan Marancar ini hancur dimasa yang akan datang.
Saat ini memang belum begitu besar dampaknya, namun apa yang terjadi di wilayah kecamatan Marancar saat ini perlu disikapi agar benar-benar bermamfaat dan tidak merugikan kehidupan mamalia, kehidupan masyarakat dan hal lainnya yang sudah terjaga dari tahun ketahun. Bupati Tapanuli Selatan yang menurut sebagian orang sangat mengetahui kekayaan alam dari wilayah Kecamatan Marancar diharapkan dapat menjaga keberadaan kekayaan alam ini dari unsur2 berbagai pihak dan tidak mudah tergoda dengan iming2 atau rencana-rencana pembangunan ekonomi dan wilayah. Banyak orang sudah memamfaatkan wilayah ini untuk kepentingan pribadi dan golongan namun kurang terpublikasi oleh media Lokal dan Media Nasional. Pemamfaatan hutan yang salah sudah pasti membawa dampak lingkungan dimasa yang akan datang, dan apa yang terjadi diwilayah kecamatan Marancar hendaknya pemerintah Pusat, LSM yang peduli dengan Lingkungan dan berbagai pihak perlu hadir diwilayah ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dimasa yang akan datang, pembukaan jalan, kepemilikan tanah/Hutan oleh pihak External masyarakat Kec. Marancar baik pribadi atau golongan perlu dicermati tujuannya serta diawasi mamfaat dari pembukaan jalan dan kepemilikan-kepemilikan tersebut.
Jika selama ini arah rea Timur Sungai batangtoru mulai dari Kec. Batangtoru hingga ke Marancar bagian Timur tidak dijamah oleh masyarakat serta dijaga oleh masyarakat setempat dan tau / tidak tau akan kekayaan yang ada diwilayah ini, maka dengan keberadaan Tambang Emas di Batangtoru semakin terpublikasikan akan kekayaan alam yang tidak terhingga diwilayah ini kemasyarakat dan Media. Sehingga ini menjadikan wilayah ini mulai seperti Gula dihinggapi semut. Bahkan Batas perbatasan wilayah antara kecamatan Sipirok dengan Kecamatan Marancar yang kurang diketahui oleh masyarakat secara pasti sepertinya juga mempunyai banyak kejanggalan2 yang perlu disadari oleh masyarakat/tokoh masyarakat Kec. Marancar dan pecinta Lingkungan.
Sebagai contoh Masyarakat setempat dari dulu mengetahui bahwa salah satu batas wilayah kecamatan Marancar dengan kecamatan Sipirok adalah dengan ditandai dengan keberadaan Sungai Aek Sirabun yang mengalir hingga ke Sungai Batantoru, namun beberapa patok batas wilayah sepertinya sudah dibuat di wilayah sebelah kecamatan Marancar yang artinya sungai Aek Sirabun berada diwilayah kecamatan Sipirok. Pemda setempat, Masyarakat dan pemuka adat, pemuka kampung, pemuka agama atau tokoh-tokoh Masyarakat Kecamatan Marancar perlu menyadari dan peduli akan perubahan-perubahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Marancar, termasuk Batas wilayah di wilayah ini. Pemda Camat yang setelah pemekaran wilayah ini dari Kecamatan Batangtoru diharapkan benar-benar pro masyarakat dan berani mengawasi segala perubahan yang terjadi di wilayah kecamatan Marancar. Termasuk pelaksanaan Program Pemda yang digulirkan dengan alasan meningkatkan pembangunan dengan membuka jalan-jalan baru ke hutan-hutan yang terjaga dan tidak dijamah selama ini di area sekitar sungai Batangtoru, Hutan diantara Desa Marancar Godang dengan Desa Simaninggir hingga wilayah Desa Marancar Julu, Simaretung/Haunatas, Tanjungrompak hingga wilayah Aek Sirabun dan Desa Aek Nabara perlu diawasi oleh pihak Pemda Camat, pemerintah Pusat atau minimal TIngkat I Sumatera Utara.

Baca Juga :  Warga Padang Bolak Keluhkan Pemadaman Listrik

Untuk itu sangat diharapkan berbagai pihak termasuk LSM dapat membantu Masyarakat untuk menyadari dan mencermati perkembangan-perkembangan yang terjadi diwilayah kec. Marancar. pihak LSM yang peduli akan Lingkungan, Media lokal dan Media Nasional untuk mengikuti setiap perkembangan2 yang terjadi. Tidak tertutup kemungkinan dalam 10 tahun hingga 25 tahun yang akan datang, wilayah ini akan menjadi salah satu pusat perhatian masyarakat Lokal, nasional bahkan Internasional jika mengetahui harta kekayaan sumber alam diwilayah ini. sebagai contoh mamalia seperti Harimau Sumatera yang tadinya masih sering kelihatan tanda-tanda keberadaan ada diwilayah ini, sepertinya mulai sekarang sudah mulai hilang bahkan tumbuhan-tumbuhan langka yang tidak terpublikasikan selama ini lambat laun akan bisa hilang dari wilayah ini akibat perubahan2 mamfaat hutan yang salah yang ada diwilayah ini.

Untuk itu apa yang terjadi diberbagai wilayah di republik ini khususnya dampak lingkungan dan dampak kemasyarakat mulai sekarang perlu dicermati lebih awal di wilayah Kecamatan Marancar, Tapanuli Selatan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dimasa yang akan datang. Sangat diharapkan pihak LSM yang peduli Lingkungan khususnya peduli Hutan mempunyai perwakilan diwilayah ini guna membantu masyarakat mengawasi hutan yang ada dan membantu masyarakat guna menyadari dampak Lingkungan akibat penyalah mamfaatan Hutan yang ada diwilayan ini. Sekali lagi Letak geografis Kec. Marancar, Kesuburannya, harta kekayaan alamnya perlu dijaga oleh semua pihak termasuk pihak Bupati Tapanuli Selatan agar tetap terjaga dimasa yang akan datang dan tidak membawa permasalahan-permasalahan dimasa yang akan datang.

Akhir kata, Lagu menjaga Lingkungan diwilayah Kecamatan Marancar Tapanuli Selatan mulai sekarang perlu kembali di lantumkan di hati masyarakat guna membantu menyadarkan betapa menjaga Kelestarian Lingkungan Hutan semakin bergema dihati sanubari masyarakat mulai dari anak kecil hingga pemilik Modal dan pemilik kekuasaan. sekali lagi LSM lingkungan Hadir dan bukalah perwakilan di salah satu wilayah yang terbaik Hutannya di Sumatera Utara saat ini.(fs)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*