LiRA Laporkan Perjalanan Dinas DPRD Tapsel

Padangsidimpuan, (Analisa). Lembaga Informasi Rakyat (LiRA) secara resmi melaporkan dugaan korupsi anggaran perjalanan dinas anggota DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan ke pihak kepolisian setempat.

“Kita sudah laporkan ke Kapolres Tapsel, dengan bukti awal perjalanan dinas 15 anggota dewan mengikuti workshop dan bimtek sosialiasi UU Pemilu dan UU Partai Politik selama lima hari (14-18/5) di Jakarta. Sesuai data, setiap orang menerima Rp14 juta,” kata Gubernur LiRA, Edi Aryanto Hasibuan didampingi Bupati LiRA, Mara Halim Harahap kepada Analisa di Kota P. Sidimpuan, kemarin.

Dijelaskan, dalam surat laporan LiRA No: 010/VII/LI-RA/2012 kepada Kapolres Tapsel, AKBP Subandriya disebutkan, telah terjadi dugaan korupsi dana workshop dan bimbingan teknis (bimtek) pada Sekretariat DPRD Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran (TA) 2012.

Sebagai bukti awal, LiRA melampirkan SPT No: 090/709/2012 yang ditandatangani Wakil Ketua DPRD Tapsel, Abdurrasyid Lubis pada 14 Mei 2012, di mana dalam SPT itu diperintahkan 15 anggota DPRD Tapsel agar berangkat ke Jakarta mengikuti workshop dan bimtek sosialisasi UU Pemilu dan UU Partai Politik selama lima hari (14-18/5).

Namun, menurut informasi dan fakta yang ditemukan LiRA di lapangan, ternyata di antara 15 anggota DPRD Tapsel itu yang tidak pergi mengikuti workshop dan bimtek, tetapi tetap saja mengambil uang perjalanan dinasnya dari Sekretariat DPRD. “Salah satunya AL. Pada saat seharusnya dia menjalankan tugas negara di Jakarta, justru dia berada di pesta pernikahan. Saya punya bukti rekaman video jika Wakil Ketua DPRD Tapsel yang meneken SPT No: 090/709/2012 itu justru tidak pergi mengikuti workshop dan bimtek, ” tegasnya. (hih)

Baca Juga :  Tebing Longsor, Warga Gang Setia Kel. Batang Ayumi Jae, Kec. P.Sidimpuan Utara Resah

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

5 Komentar

  1. Ini bukti Ketua DPRD berada di pesta pernikahan busa saja terjadi karena mungkin saja acara workshop dan bimtek sosialiasi UU Pemilu dan UU Partai Politik itu diundur ,, tapi klo mau bukti yg konkrit coba dapatkan daftar absen acara tersebut di jakarta dan juga jadwal acaranya.. dan minta di sekwan apakah ada Laporan hasil perjalanan dinas anggota DPRD .. ini mungkin terjadi karena setiap perjalalan dinas yg menggunakan dana negara tdk pernah buat laporannya

  2. sangat setuju apabila kasus korupsi dimuat ke seluruh media agar masyarakat tau & berpikir. dan semoga ke depan nya utk masyarakat agar jangan tergiur untuk menerima uang dari pada calon calon yang ingin maju. jangan hanya karena uang kita memilih.

  3. ini namanya wakil rakyat yang jadi penipu dan penghisap uang negara yang seharusnya untuk perbaikan taraf hidup rakyat…..jangan hanya laporkan kepada kepolisian, laporkan juga kepada KPK, Kejagung dan MK agar wakil rakyat yang bobrok ini direcal partainya dan dikenakan hukum pidana korupsi….selamat kepada LIRA…..tegakkan kebenaran yang berpihak kepada Rakyat……bravo….dan kalau bisa pemberitaan kepada masyarakat kepada media tidak usah pakai….initial singkatan nama…langsung aja umumkan namanya…..biar semua masyarakat Tapsel tahu dan sadar bahwa model manusia penipu macam ini yang mereka pilih……biar ada contoh…dan menjadi efek jera…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*