Lisensi Bertinju Hatton Dicabut

Akibat terekam kamera sedang mengonsumsi obat-obatan terlarang, Ricky Hatton bukan cuma harus masuk rehabilitasi. Lisensi bertinju Hatton dicabut oleh otoritas di Inggris.

Dewan Kontrol Tinju Inggris (BBBC) memutuskan mencabut lisensi Hatton pada Kamis (23/9/2010), dua pekan setelah rekaman yang memperlihatkan petinju 31 tahun itu sedang menyedot zat mirip kokain beredar di media.

Foto : Ricky Hatton dan Manny Pacquiao

“Tuan Ricky Hatton secara legal punya wakil dalam dengar pendapat dengan anggota BBBC pada Rabu (22/9) untuk menjawab tuduhan telah mencemarkan citra tinju karena penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan yang beredar luas di media massa,” demikian pernyataan BBBC di SkySports.

“BBBC sangat peduli agar tinju bebas dari narkoba, baik demi tujuan rekreasional maupun untuk meningkatkan performa. Kami juga waspada dalam mengidentifikasi dan menangani penyalahgunaan alkohol,” lanjut pernyataan itu.

“Dalam dengar pendapat, Dewan menemukan bahwa Ricky Hatton bersalah telah bertindak tidak pantas dan tindakannya berakibat buruk pada dunia tinju secara publik. Dia telah merusak reputasi tinju,” demikian BBBC.

Beberapa saat setelah video dirinya muncul di koran News of the World, Hatton pun secara resmi menyatakan pensiun setelah nyaris setahun vakum bertinju sejak terakhir takluk dari Manny Pacquiao, Mei 2009.

Hatton tidak membantah bahwa ia memang bermasalah dengan obat-obatan terlarang dan alkohol. Karena itulah, mantan juara dunia di dua kelas, welter ringan dan welter, itu lalu masuk panti rehabilitasi.

Baca Juga :  Jelang MotoGP San Marino, Rossi Berjaya di "Rumahnya"

“Ricky Hatton bukanlah petinju aktif dan mengingat keadaan fisik terbarunya, maka Dewan memutuskan untuk menarik lisensi tinju dia,” tuntas pernyataan BBBC itu.

( arp / krs )

Sumber : http://www.detiksport.com/read/2010/09/24/050016/1447177/77/lisensi-bertinju-hatton-dicabut

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*