Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batu

Kantor PT PLN Ranting Sipirok menjadi sasaran amukan 200-an massa, Rabu (23/11) malam. Kantor penyedia listrik tersebut dilempari batu hingga kaca jendela pecah. Tidak ada korban jiwa dalam aksi pelemparan yang dipicu pemadaman listrik ini.

Malam itu, sekira pukul 20.00 WIB listrik padam. Namun, Achmad Maulidainy masih berada di kantornya, PT PLN Ranting Sipirok, Jalan Merdeka, Kecamatan Sipirok, Tapsel. Tiba-tiba, ia mendengar namanya dipanggil-panggil dari luar. Lantas, pria yang menjabat manajer PLN ini beranjak meninggalkan ruangan untuk mencari asal suara.

“Sehabis Isya listrik padam. Tak berselang lama, saya mendengar nama saya dipangil-panggil dari luar. Kemudian saya ke luar. Ternyata, di halaman warga sudah berkerumun dan berteriak menanyakan mengapa listrik padam,” terang Achmad, kepada METRO, Kamis (24/11) siang.

Menurut Achmad, begitu sampai di hadapan warga untuk memberikan penjelasan, warga malah menarik-narik tangannya. Sehingga ia kesulitan berbicara. Melihat situasi mulai panas, satpam pun mengajak Achmad masuk ke ruangan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah ia berlalu tanpa penjelasan, emosi warga menggila. Mereka mengambil batu yang berada di sekitar lokasi dan melempari kantor PLN. Prang…. kaca jendela pun pecah. Namun, beberapa menit setelah pelemparan, sejumlah polisi datang mengamankan lokasi. “Memang, sebelum ada pelemparan saya sudah menelepon aparat,” imbuhnya.

Sejauh ini, sambung Achmad, pihaknya sudah dimintai keterangan oleh kepolisian seputar insiden tersebut. “Saya sudah ditanyai tentang segala hal yang diketahui tentang kejadian itu,” katanya.

Selanjutnya, sesuai kesepakatan dengan warga, diputuskan segala hal tentang penyebab pemdaman listrik akan dijelaskan secara formal. “Setelah insiden itu disepakati, Jumat (25/11) diadakan sosialisasi tentang terjadinya pemadaman bergilir. Nantinya, kegiatan ini dihadiri muspika PLN dan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, di beberapa lopo di Pasarsipirok, Kamis (24/11), warga membicarakan insiden pelemparan kantor PLN tersebut. Menurut warga, itu dilakukan sebagai bentuk ketidaknyaman dan luapan emosional pelanggan yang kecewa.

“Sebagai pelanggan kita banyak dirugikan dengan pemadaman yang tidak beraturan ini. Kejadian kemarin merupakan spontanitas semata yang tidak terencana,” kata warga bermarga Siregar, Hutasuhut, dan lainnya yang namanya enggan dikorankan.

“Sejak 3 bulan terakhir listrik kerap mati. Harusnya petugas mengutamakan pelayanan terbaik agar aktivitas warga yang menggunakan jasa listrik tidak terganggu. Dan, warga tidak merasa dirugikan,” tambah warga lagi. (ran)

metrosiantar.com

POST ARCHIVE: This content is 6 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batufacebook Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batutwitter Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batulinkedin Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batuemail Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batuprint Listrik Padam, Warga Geram Kantor PLN Dilempari Batu

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*