LKPJ TA 2011 Bupati Tapsel Tipu Rakyat

Padangsidimpuan, Dampak buruk tingkah Bupati Tapsel tetap bertahan menumpang perkantoran di wilayah Pemko Padangsidimpuan (Psp) dicurigai memang sengaja untuk mempersulit pengawasan rakyat di Kabupaten Tapsel terhadap kinerja Bupati dan aparat Pemkab.

16074196abaefffe53450492d0a8aff495d30259 LKPJ TA 2011 Bupati Tapsel Tipu Rakyat
Bupati Syahrul Pasaribu

Contoh paling aktual ialah sidang paripurna DPRD untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) yang disampaikan di gedung DPRD Tapsel Jl Sudirman Kota Psp akhirnya cuma bisa dipantau oleh elemen rakyat di Kota Psp. Akibat kesulitan prasarana jalan dan alat transportasi, tidak pernah terlihat rakyat warga Kab Tapsel yang memantau sidang-sidang DPRD Tapsel.

Eksesnya seperti LKPJ Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu untuk Tahun Anggaran 2011 yang disampaikan di DPRD Tapsel baru-baru ini hanya dihadiri oleh 45 orang perwakilan partai-partai di Kab Tapsel. Manfa`atnya sudah mulai terlihat, telah 2 minggu komisi-komisi DPRD Tapsel membahas isi materi LKPJ 2011 Bupati Syahrul Pasaribu, belum ada muncul 1 komentar pun dari para anggota DPRD tsb.

LKPJ Bupati Syahrul Pasaribu yang berbentuk diktat sederhana tanpa nomor dan tanggal serta tidak ditandatangani tsb diperoleh pers dari beberapa anggota DPRD, setelah disimak item demi item ditemuikan banyak kasus yang bukan sekedar pembohongan publik, namun sudah mengarah kepada perbuatan sengaja membodohi dan menipu rakyat bahkan aturan hukum negara RI.

Penelusuran isi LKPJ Bupati Tapsel tsb, diketahui mulai dari halaman 37 s/d 41 bagian 4. Urusan pekerjaan Umum, ditemukan sebanyak 26 paket proyek Dinas PUD bernilai 16 milyar rupiah yang tidak selesai dikerjakan sampai habis masa Tahun Anggaran (TA) 2011 pada tgl. 31 Desember 2011. Sebanyak 25 proyek disebut Tidak Selesai (bencana alam) dan 1 proyek Tidak Dilaksanakan, bencana alam.

Menurut LKPJ 2011 Bupati Syahrul Pasaribu, telah terjadi banyak bencana alam di hampir seluruh daerah di Kab Tapsel, mulai dari daerah Kecamatan Angkola

Baca Juga :  Semoga Tidak Turun Hujan di Aek Latong Agar Mudik Lancar
160741957ec00101e8518577d40bd593b7ccbe20 LKPJ TA 2011 Bupati Tapsel Tipu Rakyat
Kadis PU, Syahril.

Barat, Kec. Angkola Sangkunur, Kec. Angkola Selatan, Kec. Angkola Timur, Kec. Batang Angkola, Kec. Saipar Dolok Hole, Kec. Muara Batang Toru, Kec. Sayur Matinggi, Kec. Batang Toru, Kec. Sipirok, Kec. Marancar.  Total, menurut LKPJ Bupati Tapsel selama tahun 2011 terjadi bencana alam yang melanda 11 daerah kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kab Tapsel.

Memperhatikan begitu obralnya istilah “bencana alam” dalam LKPJ Bupati Syahrul Pasaribu, sementara klarifikasi pers ketika keliling ke beberapa kalangan rakyat di beberapa daerah kecamatan, semua tokoh masyarakat yang ditanya, bingung ketika dikatakan daerahnya pernah dilanda bencana alam pada tahun 2011.

Kadis PUD Kab Tapsel, ir. Syahril tak ditemui di kantornya, dan sms konfirmasi via posel juga tidak dijawab. Ka BPBD Tapsel, Panusunan Rambe juga tak bisa ditemui, sms konfirmasi dicuekin. Sementara sejumlah staf Kantor BPBD Tapsel yang ditanya, tak satu pun yang mengetahui adanya data dan fakta bencana alam di Tapsel selama tahun 2011. Tanggapan konfirmasi sms identik ke Bupati Tapsel idem dito, Syahrul Pasaribu membungkam.

Mengutip catatan pers, bencana alam yang terjadi di Tapsel umumnya berupa hujan deras berhari-hari mengakibatkan banjir dan longsor, mengambil korban jiwa, merusak pemukiman, mengungsikan penduduk setempat serta merusak prasaran jalan dan jembatan sehingga sarana transportasi terputus berhari bahkan berminggu, terdata sering terjadi sekitar tahun 2005 s/d tahun 2009. Pada tahun 2010 dan 2011 keadaan alam di Tapsel relatif tenang.

Graphic31 LKPJ TA 2011 Bupati Tapsel Tipu Rakyat
Ka BPBD, Panusunan Rambe.

Menanggapi sikap bungkam Bupati dan para pejabat Tapsel tsb, seorang pengamat hukum dan pemerintahan di Tapsel, Mz Daulay menyarankan, “Selaku rakyat, siapa saja boleh hadiri sidang paripurna terbuka DPRD Tapsel sa`at memberi rekomendasi/tanggapan terhadap LKPJ Bupati Syahrul Pasaribu TA 2011, apalagi terdapat petunjuk adanya unsur penipuan dalam LKPJ ini” ulas si pengamat pada pers.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Prioritaskan Pembangunan TPA Baru

Lebih jauh, seorang aktifis lsm, R Morniff memaparkan, “Aturan hukum LKPJ Bupati diatur Peraturan Pemerintah (PP) No. 3 Tahun 2007, pasal 23 angka (3) mengatur DPRD memberi Keputusan paripurna istimewa DPRD bersifat penilaian dan rekomendasi terhadap kinerja Bupati Syahrul Pasaribu selama TA 2011”.

Terakhir diulasnya, “Walau pelaksanaan pasal 27 angka (4) mengatur masyarakat dapat memberikan tanggapan perbaikan penyelenggaraan pemerintahan mungkin dikangkangi Bupati yang diduga bakal bersubahat dengan DPRD, rakyat tetap berhak melihat dalam sidang paripurna istimewa terbuka DPRD untuk mengukur sejauh dan setinggi mana bobot dan peringkat integritas DPRD dari isi rekomendasinya terhadap LKPJ Bupati, apa nanti rekomendasi DPRD menutupi kasus-kasus dalam LKPJ dengan bungkus puja-puji, atau cuma sekedar keluh kesah ataukah kritik yang tegas jelas menunjuk dan mengkoreksi LKPJ Bupati yang penuh pembohongan publik dan penipuan rakyat?”, ujar Morniff menganjurkan. (ARM-H )

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

11 Komentar

  1. LKPJ ini seharusnya cepat di sikapi anggota dewan sebelum nama-nama mereka. Ikut jadi terlibat di dalamnya,dan sudah wajarr bila KPK turun memeriksa ke apsahan laporan itu sekaligus menanyakan klarifikasi benar apa tidak terjadi bencana alam kemasyarakat. Yg di maksut LKPJ tersebut..Sesuatu bila dikerjakan dengan benar saya yakin masyarakat menyenangi namun bila ini suatu pembohongn Publik benar terjadi alamat top nama bupati sepanjang jaman sebagai Bupati Pembangkang dan Penipu.

  2. Dituppat ia sian jae…lilis sian julu, dituppat ia sian ginjang, lilis sian toru………, aha mattong so na ceco ia, inda tartuppat, inda tarpasip, inda tarpaso. Narohakku nanggo leleng be mabulak ne mai tahalak on. Paitte hamu dongan-dongan marmayupan ma akka tikkalang di jae, pasadio hamu hinan durung dohot harung inganan ni tikkalang i.

  3. maradoppkon anak boru, mora dohot kahanggi sasudena baik yg disidempuan, tapsel, medan dan diperantauan juga tokoh2 dijakarta……didalam menegakkan…….amar makruf nahi munkar……kita perlukan kesatuan dan persatuan…….seberapa kokoh pun pertahanan yang bathil…..kalau kita perangi dengan kebenaran……yang bathil pasti akan tumbang…….. mare ma hita pasada gogo…..aso bisa manjadi halogo na mamorangi na so botul……amin

  4. Data LKPJ ini perlu diteruskan ke KPK dan ICW dan kita sebagai rakyat mintakan ke KPK agar memeriksa bupati, agar jelas……..kenapa anggaran dgn realisasi sangat jauh selisihnya…..berarti ada indikasi kasus korupsi……..sesuai motto ” Ulang korupsi Hepeng ni Negara……..harana inda hepeng ni oppungmu i………..bupati………

  5. intinya itu…………………….bupati gutgut haha,,,,,,,,!kata orang kita tapanuli utara,,,sideppuan gutgut…..

  6. Bicara masalah angka-angka sangat menarik untuk disikapi baik yang memahami angka-angka maupun yang kurang faham dengan angka-angka seperti diatas….

  7. Inilah daftar proyek Tahun Anggaran 2011 Pemda Tapsel berdasarkan LKPJ Bupati tertanggal 19 Maret 2012 yang katanya “tidak selesai karena terjadinya bencana alam” :
    1. Peningkatan Jalan jurusan Sisundung, Alokasi Anggaran Rp.750.000.000,- Realisasi Rp.224.400.000,-
    2.Peningkatan jalan Aek Sabatang, Alokasi Anggaran Rp.500.000.000,- Realisasi Rp.411.675.000,-
    3.Pembangunan jalan keliling Desa Rianiate, Alokasi Anggaran Rp.250.000.000,- Realisasi Rp.205.713.750,-
    4.Peningkatan jalan Jurusan Sibio-bio Aek Sabaon, Alokasi Anggaran Rp.2.000.000.000,- Realisasi Rp.598.200.000,-
    5.Peningkatan jalan jurusan Poken Arba-Tanjung Rompa, Alokasi Anggaran Rp.7.000.000.000,- Realisasi Rp.1.996.000.000,-
    6.Peningkatan jalan jurusan Tanjung Rompa-Aek Nabara, Alokasi Anggaran Rp.1.000.000.000,- Realisasi Rp.299.400.000,-
    7.Peningkatan Jalan Desa Bandar Hapinis, alokasi Anggaran Rp.200.000.000,-
    8.Pembangunan jalan Desa Baringin Kecamatan Sayur Matinggi, alokasi anggaran Rp. 100.000.000,-
    9. Perbaikan jalan Batu Horing Batangtoru, Alokasi Anggaran Rp.500.000.000,- Realisasi Rp.411.675.000,-
    10. Lanjutan Perbaikan jalan mulai simpang jalan Nasional Bulu Mario-Sipirok, Alokasi Anggaran Rp.8.400.000.000,- Realisasi Rp.6.704.000.000,-
    11. Peningkatan jalan jurusan Rianiate I-Pengungsi Aceh di Batang Toru, Alokasi Anggaran Rp.650.000.000,- Realisasi Rp.194.610.000,-
    12.Pembangunan ruas jalan Ampolu-Muara Opu, Alokasi Anggaran Rp.8.000.000.000,- Realisasi Rp.5.985.000.000,-
    13.Peningkatan jalan Siuhom-Sibadoar Angkola Barat, Alokasi Anggaran Rp.500.000.000,- Realisasi Rp.324.090.000,-
    14. Peningkatan jalan Simpang Kantin-Kantin, Angkola Timur, Alokasi Anggaran Rp.500.000.000,- Realisasi Rp.411.015.000,-
    15. Peningkatan jalan Sipette-Manjuran Batangtoru, Alokasi Anggaran Rp.700.000.000,- Realisasi Rp.453.700.000,-
    16.Peningkatan jalan Gunungtua Sisoma-Marancar, Alokasi Anggaran Rp.500.000.000,- Realisasi Rp.99.700.000,-
    17.Peningkatan jalan Pasar Sempurna-Gunungtua Marancar, Alokasi Anggaran Rp.1.500.000.000,- Realisasi Rp.449.250.000,-
    18.Lanjutan Peningkatan jalan Somba Debata-Padang Mandailing SDH, Alokasi Anggaran Rp.1.500.000.000,- Realisasi Rp.448.350.000,-
    19.Rehab jalan Sipagimbar-Batang Garut SDH, Alokasi Anggaran Rp.600.000.000,- Realisasi Rp.179.400.000,-
    20.Peningkatan jalan Simpang jalan Negara-Bulu Gading Sayur Matinggi, Alokasi Anggaran Rp.400.000.000,- Realisasi Rp.119.100.000,-
    21. Pembangunan tahap I Jembatan Sungai Batang Angkola Kelurahan Sigalangan, Alokasi Anggaran Rp.2.000.000.000,- Realisasi Rp.1.296.100.000,-
    22. Pembangunan Rambin Desa Lobu Uhom, Angkola Barat, Alokasi Anggaran Rp.400.000.000,- Realisasi Rp.119.700.000,-
    23.Pemeliharaan jalan jurusan Sigumuru-Siundung, Angkola Barat, Alokasi Anggaran Rp.1.100.000.000,- Realisasi Rp.658.200.000,-
    24. Pemeliharaan jalan batas kota-Rianiate, Angkola Selatan, Alokasi Anggaran Rp.2.609.090.000,- Realisasi Rp.520.400.000,-
    25.Pemeliharaan jalan jurusan Hutaraja-Bongal, Muara Batangtoru, Alokasi Anggaran Rp.1.650.000.000,- Realisasi Rp.493.500.000,-
    26.Pembangunn dek penahan air sungai pada kantor Polisi, Sayur Matinggi, Alokasi Anggaran Rp.190.000.000,-

  8. Menurut LKPJ 2011 Bupati Syahrul Pasaribu, telah terjadi banyak bencana alam di hampir seluruh daerah di Kab Tapsel, mulai dari daerah Kecamatan Angkola Barat, Kec. Angkola Sangkunur, Kec. Angkola Selatan, Kec. Angkola Timur, Kec. Batang Angkola, Kec. Saipar Dolok Hole, Kec. Muara Batang Toru, Kec. Sayur Matinggi, Kec. Batang Toru, Kec. Sipirok, Kec. Marancar. Total, menurut LKPJ Bupati Tapsel selama tahun 2011 terjadi bencana alam yang melanda 11 daerah kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kab Tapsel.

  9. Masih banyak para pejabat dan pejabat DPRD masih memahami pola-pola lama saat menjabat, sehingga kadang pertanggung jawaban hanya sekedar terkesan hanya kepada para pebajat itu sendiri. Padahal pertanggung jawaban moral yang sebenarnya adalah kemasyarakat….

  10. Ini bukan pemimping, tapi calo/agen/cukong dengan antek-2 yang hanya bisa menghisap darah layaknya drakula dari pendapatan rakyatnya.. tunggulah saatnya kehancuran tapsel dibawah bupati spt syahrul ini, tidak kompeten, tidak jujur dan tidak amanah… Apa kita tidak ada yg bisa menggantikan penguasa bobrok spt ini yah?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*