LKPP Diminta Batalkan Lelang Proyek Pemkab Tapsel

Tapsel, Sejumlah aktifis LSM di Kabupaten Tapanuli Selatan melayangkan surat kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah terkait adanya pelanggaran proses tender pengadaan barang/jasa Pemerintah Kabupaten Tapsel Tahun Anggaran 2011 sebagaimana ketentuan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.

Aktifis LI Mandiri Sagi M kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Senin (11/07/2011) mengatakan bahwa Perpres 54/2010 berlaku sejak ditetapkan dan efektif dilaksanakan sejak 1 Januari 2011 tetapi kenyataannya Pemkab Tapsel melakukan pelelangan barang dan jasa pemerintah TA 2011 tidak diumumkan di Portal Pengadaan Nasional melalui LPSE  sebagaimana ketentuan Pasal 25 Ayat 3 dan Pasal 112 Ayat 2 Perpres 54/2010.

“Terkait Pemkab Tapsel yang hingga kini belum membentuk LPSE, maka seharusnya pengumuman lelang itu dapat menggunakan LPSE terdekat seperti LPSE Kabupaten Tapanuli Utara atau LPSE Provinsi Sumatera Utara sebagaimana ketentuan Pasal 111 Ayat 3. Tetapi Pejabat Pengadaan di lingkungan Pemkab Tapsel tidak mematuhi ketentuan itu,” ujarnya.

Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dengan mengacu Pasal 117 Ayat 1 dan 2 pihaknya memohonkan agar LKPP membatalkan pelelangan pengadaan barang jasa Pemkab Tapsel TA 2011 pada sejumlah SKPD diantaranya Dinas PU, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi serta lainnya.

Selanjutnya ia mengharapkan meninjau kembali pemberian sertifikat tenaga ahli  pengadaan terhadap panitia pelelangan dimaksud karena dinilai lalai dalam menjalankan tugas tidak berpedoman kepada mekanisme yang berlaku.

Baca Juga :  Ini Pemain Terbaik 2010 Versi UEFA.Com

Surat laporan pengaduan LSM tersebut juga ditembuskan kepada Bupati dan Ketua DPRD Tapsel untuk kiranya dapat ditindaklanjuti sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia. (BS-029)

(beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*