llegal Logging Kian Marak di Palas, Kepolisian diminta Jangan Takut

Salah satu tempat kegiatan pengolahan kayu hasil dari perambahan hutan (Illegal Logging) di Palas

Maraknya kasus pembalakan liar (Illegal Logging) di hutan-hutan yang ada di Padang Lawas (palas) khususnya Hutan Register 39, membuat miris. Sayangnya penanganan kasus tersebut terasa kurang maksimal.

Kita sedih, sampai sekarang belum ada tindakan apapun yang dilakukan penegak hukum terhadap pelaku ilegal logging ini. Para pelaku tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa meskipun gencar diberitakan, kata Ketua PWI Reformasi Padang Lawas M. Efendi Pohan, Rabu (8/10) di Sibuhuan

Menurut dia, mestinya aparat penegak hukum mengambil langkah-langkah hukum terkait aktivitas illegal logging ini. “Kepolisian harus menindak pelaku Illegal Logging itu, Kepolisian jangan lah takut. Kan tujuanya supaya menimbulkan efek jera kepada pelaku. Sayangnya sampai saat ini jangankan berhenti, justru yang terjadi sebaliknya aktivitas ilegal logging makin menjadi-jadi” Tukasnya

Lanjut Fendi, maraknya kasus illegal logging khususnya di Desa Aek Nabara, Kecamatan Aek Nabara Barumun sekitarnya dikarenakan aparat terkait mulai dari Dinas Kehutanan, Polisi Kehutanan dan Polisi, tidak menjalankan tugasnya secara serius

Adapun Lokasi yang sering dijadikan tempat penyimpanan kayu adalah di Desa Marenu, Desa Parantonga dan Desa Aek Nabara. “kita menduga pemiliknya dari masing-masing desa di tiga desa tersebut, penyimpanan kayu yang paling besar yaitu di Desa Aek Hayuara, Kecamatan Barumun Tengah, yakni disitu punya kilang kayu sendiri, diperkirakan kayu yang berasal dari hasil Illegal Logging tersebut keluar sebanyak lima sampai enam truck per minggunya”, jelas Fendi.

Baca Juga :  Warga Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis Tuntut PT Rendy Stop Beroperasi

Efendi meminta Kepada aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas para pelaku illegal logging tersebut, Karena tindakan para pelaku dapat merusak lingkungan. Jika terus dibiarkan dikhawatirkan, hutan di kawasan register 39 dan kawasan lainnya akan gundul dan akan menimbulkan bencana besar bagi masyarakat sekitar.

/Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. ah……………….. di dia ida hamu si Mornif ? biasanya na godangan kecekna anggo carito panakko hayu songonon. bettak na so mulak dope ia sian moka lakna ? na nyugada be murgap.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*