Gempa 7,6 SR Guncang Pariaman (Sidimpuan Ikut Panik…, Tapi Aman Kok)

Metrotvnews.com, Pariaman: Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang kawasan Pariaman, Sumatra Barat, pada pukul 17.16 WIB, Rabu (30/9). Gempa terjadi pada kedalaman 71 kilometer di 57 kilometer baratdaya Pariaman.

Hingga kini masih belum diketahui jumlah korban akibat gempa tersebut. Yang pasti, jaringan komunikasi terputus untuk sementara. Gempa terasa hingga berbagai kawasan di Sumatra Barat dan Pekanbaru, Riau.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Padang Sidempuan, Sumatra Utara. Hal ini dibenarkan Hasibuan, warga Padang Sidempuan. Menurut dia, saat gempa, atap-atap rumah terlihat goyang. Warga panik dan keluar ke rumah. Kini, sebagian warga sudah ada yang sudah masuk ke rumah. Sebagian lainnya terlihat masih di jalanan karena khawatir terjadi gempa susulan. Menurut Hasibuan, sejauh ini lokasi di sekitar rumahnya di Padang Sidempuan, belum terlihat adanya kerusakan parah.

Sementara berdasarkan laporan Kantor Berita Antara, warga Kota Jambi dan sekitarnya juga dikejutkan oleh goncangan gempa. Guncangan yang menggetarkan lampu-lampu gantung tersebut membuat sejumlah warga berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika Provinsi Jambi Remus L. Tobing membenarkan telah terjadi gempa dengan guncangan yang cukup kuat. Namun gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Belum diperoleh informasi adanya kerusakan atau korban akibat goncangan gempa yang juga dirasakan di sejumlah kabupaten di Jambi, Bengkulu dan Aceh.(DSY)

Baca Juga :  Sidimpuan Gratiskan Retribusi

Lokasi Gempa Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika

Gempa Ke-1
Terjadi Pada: 30-Sep-09
Pukul:17:16:09 WIB
Lokasi: 0.84 LS – 99.65 BT
Magnitude:7.6 SR
Kedalaman: 71 Km
Terjadi Di: 57 km BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR

Gempa Ke-2
Terjadi Pada: 30-Sep-09
Pukul:17:38:52 WIB
Lokasi: 0.72 LS – 99.94 BT
Magnitude:6.2 SR
Kedalaman: 110 Km
Terjadi Di: 22 km BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*