Longsor Dan Banjir Di Madina Perlu Diwaspadai

PANYABUNGAN ( Berita ) : Mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan musim tidak menentu (ekstrim), terutama banjir dan longsor sewaktu-waktu.Hal tersebut disampaikan Bupati Madina M. Hidayat Batu-bara melalui Kabag Humas dan Protokol Taufik Lubis di Panya-bungan, Minggu (6/11).

’Masyarakat sekitar  bantaransungai dan daerah ketinggian ataurawan longsor untuk tetap was-pada dan berhati-hati.  Saat turunhujan lebat perlu menjauhinya,”ujar Taufik.

Berdasarkan pengalaman,apabila hujan deras terus mengguyur, banyak daerah rawan banjirdan tanah longsor, khususnya dipengunungan atau perbukitan lokasi pemukiman warga. Selain itu, katanya, jalur-jalur jalan Sanutra, provinsi maupunkabupaten juga banyak yang rentan bencana tanah longsor.

Selain itu lanjut Taufik, akibatcuaca tak menentu sekarang ini,warga yang bermukim di pinggiran laut juga diminta  lebih berhati-hati, karena banjir dan pasang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.

Sementara, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina MY.Syamsir didampingi Sekretaris Zulkhairi Pulungan mengungkapkan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologidan Geofisika (BMKG), dalammusim penghujan mulai Oktober hingga Desember 2011, wilayah Madina diperkirakan memiliki tingkat potensi banjir tinggi dan menengah khususnya di Kec.Panyabungan, Siabu, Kotanopan dan Muara Batang Gadis.

Disebutkan, sejumlah kawasan di Madina masuk dalam peta kerawanan kedua jenis bencana tersebut.Sejumlah sungai banjir khususnya di Kec. Panyabungan dan Siabu, di antaranya Aek Ranto Puran/Aek Kitang Panyabungan, Aek Badan Tangga Bosi, Aek Latong Huraba, Aek Siancing Siabudan Aek Muara Sada KelurahanSimangambat.

Baca Juga :  Kemarau, Di Desa Pahae Aek Sagala 250 KK Krisis Air Bersih

Meluapnya Aek Ranto Pu ran/ Aek Kitang, katanya, telah merusak beberapa dek penahan air sehingga air memasuki pemukiman dan merusak areal pertanian warga di Desa Gunung Manaon, Manyabar, Manyabar Jae, Pangaran Tonga, Saba Jambudan Gunung Tua Jae.

Sementara, luapan Aek Badan di Desa Tangga bosi,  Latong di Huraba, Aek Siancing  di Siabudan Aek Muara Sada di  Kelurahan Simangambat, mengancam jalan umum, banjir memasuki pemukiman warga, tertutupnya alur sungai akibat limbah – limbah kayuyang hanyut serta jebolnya tanggul / beronjong mengakibatkan alur sungai berpindah ke areal pertanian di Desa Lumban Pinasa, Bonan Dolok dan Kel. Simangambat sekitarnya.

“Korban jiwa tidak ada, namun data sementara banjir telah menyebabkan 50 rumah terendam di Desa Huraba , 2 hektar padi penduduk di Lumban Pinasa gagal panen dan 95 hektar lainnya terendam,” paparnya. Dikatakannya lagi, berda-sarkan pengamatan dan kondisiyang ada di lokasi kejadian, banjirdi Panyabungan dan Siabu adalahfenomena alam.(WSP/a28)

beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*