Longsor di Ranto Natas Panyabungan Timur – Transportasi Darat Terputus

Panyabungan, www.batakpos-online .com

Curah hujan yang mengguyur Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mengakibatkan terjadinya tanah longsor di Desa Ranto Natas. Longsoran yang menimpa badan jalan memutuskan transportasi darat.

Dari penuturan warga, kejadian tanah longsor tersebut terjadi pada Selasa (27/4) malam saat hujan lebat melanda desa mereka. Apalagi kondisi alam di sekitar jalan yang berbukit sangat rawan terjadi longsor.

“Kita tidak mengetahui persis jam berapa kejadian. Tetapi yang pasti pada malam hari, karena sejak sore hujan telah mengguyur Panyabungan Timur dan sekitarnya, sehingga tidak heran terjadi longsor antara Desa Ranto Natas dengan Huta Tua,” jelas Kholik salah seorang warga kepada BATAKPOS, di Panyabungan, Rabu (28/4)

Dijelaskannya, akibat tanah longsor yang menimpa badan jalan, kendaraan roda dua dan empat tidak bisa lewat. “Meskipun begitu warga tetap berusaha membersihkan longsoran akan tetapi karena volume tanah yang menimpa jalan begitu banyak sehingga tidak bisa dikerjakan secara manual, harus menggunakan alat berat agar bisa dilewati kendaraan,” katanya.

Sementara itu mengingat Rabu merupakan hari pekan di Panyabungan Timur, para pedagang yang berasal dari desa Huta Tua dan Desa Sirangkap tidak bisa mengirim barang dagangannya.

“Terpaksa barang–barang jualan kami  tidak dijual ke Gunung Baringin sebagai pusat pasar pekan di kecamatan ini. Karena kondisi jalan yang tidak bisa dilewati kendaraan” ujar Sahnan seorang pedagang kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Muspida P. Sidimpuan Tolak ISIS

Begitu juga dengan masyarakat penderes terpaksa menunggu jalan bisa dilewati baru bisa membawa hasil getah karet dalam beberapa hari terakhir. “Getah karet terpaksa kita simpan sementara menunggu jalan bisa dilewati oleh kenderaan,” ujar Ahmad Nasution warga Desa Sirangkap. Padahal, katanya, hasil penjualan karet ini untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

“Karena itu kami mengharapkan kepada pemerintah untuk menurunkan alat berat untuk membersihkan material tanah longsor sehingga bisa dilewati kendaraan. Kalau dibiarkan berlarut–larut dikhawatirkan akan berdampak buruk pada ekonomi masyarakat,” ujar Kholik. wan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*