Longsor di Silaiya, 2 Tiang Listrik Tumbang – Listrik Padam 20 Jam di Sayurmatinggi

Hujan yang mengguyur Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan sejak beberapa hari belakangan ini mengakibatkan pinggiran Sungai Batang Angkola di Silaiya, Selasa (16/11) sekitar pukul 16.10 WIB tergerus air sungai yang meluap dan menumbangkan dua tiang listrik. Akibatnya, listrik di Sayurmatinggi, dan sebagian besar di Kabupaten Mandailing Natal pun padam selama 20 jam lebih.

Informasi yang dihimpun METRO, Rabu (17/11), hujan yang turun di Desa Silaiya, Kecamatan Sayurmatinggi, mengakibatkan air Sungai Batang Angkola di Silaiya yang memiliki lebar sekitar 20 meter meluap. Luapan air sungai hingga ke pinggir badan Jalinsum yang hanya setengah meter dari pinggir sungai, dan membuat tanah di pinggir badan jalan longsor sekitar setengah meter.

Satu tiang listrik yang letaknya di pinggir badan jalan tersebut pun tumbang karena tanahnya terkikis air sungai. Tumbangnya tiang listrik ini juga mengakibatkan satu tiang listrik lainnya yang jaraknya sekitar 10 meter ikut tumbang. Aliran listrik di daerah itu pun dan sejumlah kecamatan di Kabupaten Madina seperti Siabu, Panyabungan, Kotanopan, dan Natal seketika langsung padam.

Maswar (22), salah seorang warga Silaiya kepada METRO, kemarin (17/11) mengatakan, hujan sudah melanda Kecamatan Sayurmatinggi selama beberapa hari belakangan ini.”Beberapa hari ini hujan terus turun meskipun tidak deras. Akibatnya dua tiang listrik yang berada di Jalinsum Psp-Madina atau persis di pinggir aliran Sungai Batang Angkola, tumbang karena pinggiran jalan tanah longsor karena hujan dan air sungai,” ujar Maswar melalui telepon selulernya. Ditambahkannya, listrik di daerahnya padam pada Selasa (16/11) sejak pukul 16.20 WIB, dan kembali menyala Rabu (17/11) sekitar pukul 13.00 WIB.

Baca Juga :  Pengumuman CPNS kota/kabupaten se Sumatera Utara diumumkan hari ini, Senin (7/12)

Arifin Siregar, warga Pasar Sayur Matinggi, Kecamatan Sayur Matinggi, memperkirakan listrik PLN mulai padam Selasa (16/11) sekira pukul 18.00 WIB sampai Rabu (17/11) sekira pukul 15.00 WIB. Sementara itu, listrik di sejumlah daerah di Kabupaten Madina, sejak Selasa sore (16/11) pukul 17.00 WIB hingga Rabu (17/11) pukul 15.30 WIB padam. Akibatnya penyambutan hari raya kurban tahun ini relatif sunyi tanpa suara takbir bergema seperti tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan sejumlah warga Madina kepada METRO, kemarin (17/11).

Ardi (32), warga Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu kepada METRO mengatakan, hari raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena tahun ini tidak terdengar kumandang takbir akibat padamnya listrik sehari semalam. Amatan METRO, waktu nyalanya listrik di Madina berbeda antara suatu desa dengan desa lain. Semisal di Desa Lumban Dolok Kecamatan Siabu, sesuai amatan METRO, listrik baru menyala sekira pukul 13.00 WIB. Namun di Kelurahan Simangambat, listrik menyala sekitar pukul 16.00 WIB atau sama dengan di Panyabungan. Sedangkan untuk wilayah Kotanopan ketika METRO mengonfirmasi salah seorang warga menyebutkan, di Kecamatan Kotanaopan listrik menyala sekira pukul 17.00 WIB.

Humas PLN Cabang Padangsidimpuan (Psp) yang membawahi wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Untung kepada METRO, Rabu (17/11), meminta maaf sebesar-besarnya atas padamnya listrik kepada seluruh masyarakat Kecamatan Sayurmatinggi dan Madina, khususnya umat muslim yang merayakan malam takbiran pada malam hari raya Idul Adha. “Padamnya listrik itu akibat gangguan alam. Kami meminta maaf kepada seluruh umat muslim yang merayakan hari raya Idul Adha,” ujarnya.

Baca Juga :  Sipirok, Sebagai Ibukota Kab. Tapsel, Nasibnya Terkatung-katung Oleh Karena Sikap Bupatinya Sendiri

Dijelaskan Untung, akibat tumbangnya dua tiang listrik itu, listrik padam Selasa (16/11) sejak pukul 16.30 WIB dan kembali menyala Rabu (17/11) pukul 13.00. “Ketika kita dapat info ada dua tiang listrik tumbang di Silaiya, tim tekhnis langsung turun ke lapangan saat itu juga. Beruntung material yang dibutuhkan ada di kantor cabang, sehingga pengerjaan bisa dilangsungkan meskipun hujan pada malam itu (Selasa malam, red). Namun karena tidak selesai juga malam itu, maka kita lanjutkan hari ini (Rabu, red). Alhamdulillah berkat dukungan dan doa seluruh masyarakat, akhirnya selesai juga dan listrik kembali menyala,” ucapnya. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*