Longsor di Simaronop, Angkola Selatan, TAPSEL Hantam 10 Rumah, 2 Tewas, 4 Belum Ditemukan

Sabtu, 06 Pebruari 2010 – www.metrosiantar.com

Dameria Halawa yang ditemukan sudah meninggal dunia, Jumat (5/2)., Prima Halawa yang selamat

TAPSEL-METRO; Longsor yang terjadi di Dusun Aek Gambir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (4/2) sekira pukul 20.00 WIB kemarin menyebabkan dua warga meninggal, 4 lainnya masih belum ditemukan. Sekitar 10 rumah juga rusak berat karena tertimbunan longsoran tanah.

Demikian informasi dihimpun METRO, Jumat (5/2) melalui tim penanggulangan bencana Provinsi Sumetara Utara (Sumut), Safwin Hamdani di dampingi Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinkes Tapsel, dr Ismail Fahmi Ritonga MKes.

Menurut keduanya, kejadian longsor tersebut menyebabkan dua warga tewas, 4 masih belum ditemukan dan diduga masih tertimbun longsoran tanah, satu di antaranya selamat. Kesemua korban adalah suku Nias yang tinggal di pebukitan Aek Gambir, Kelurahan Pardomuan. Longsor diduga diakibatkan hujan yang turun, kemudian pemukiman warga yang berada di pebukitan yang miring menyebabkan ketika tanah longsor langsung mengenai rumah warga.

Diceritakan keduanya, jarak lokasi longsor dari pinggir jalan sekitar 2 kilometer. Di mana saat ini dua mayat sudah dibawa ke rumah keluarga di Aek Gambir atau sekitar 1 kilometer dari kejadian longsor.

Akibat lonsgor tersebut, setidaknya satu rumah hancur total dan 9 lainnya mengalami kerusakan. Saat ini pihak kecamatan sedang melakukan pendataan rumah siapa yang rusak dan melakukan evakuasi baik dengan menggunakan tenaga manusia dan juga alat berat oleh muspika Angkola Selatan dan lainnya yang sudah datang sejak, Kamis (4/2) malam, baik terhadap korban yang selamat, termasuk yang belum ditemukan.

Adapun korban tewas yang sudah ditemukan yakni Dameria Halawa (14) dan Perianus Nduru (33). Korban selamat yakni, Prima Halawa (11) yang juga merupakan adik dari korban tewas Dameria Halawa. Sedangkan korban yang sampai saat ini belum ditemukan yakni, Bebeli Halawa (51) ayah Dameria dan Prima, Boru Mendrofa (31) ibu Dameria dan Prima, Kabute Halawa (3) dan Kaide Halawa (1) yang merupakan adik Dameria dan Prima. Mereka merupakan satu keluarga. Dan diduga pada saat kejadian, mereka sedang berada di dalam rumah.

Baca Juga :  Jelang Lengser: Bupati Tapsel Buat Izin Kayu Tumpang-Tindih

Korban selamat, Prima Halawa saat ini sudah di rawat petugas kesehatan dari Puskesmas Siais yang dibantu tim kesehatan Dinkes Tapsel, sedangkan korban meninggal masih disemayamkan di rumah keluarga di Dusun Aek Gambir.

Lebih lanjut dikatakan keduanya, saat ini sudah didirikan posko bantuan di pinggiran Kelurahan Pardomuan untuk menangani warga jika ada yang terluka dan lainnya.

“Yang selamat sudah kita rawat, yang meninggal masih di rumah keluarga dan direncanakan akan dimakamkan hari ini (Jumat, red),” ujar mereka.

Dikatakan keduanya, saat ini muspikada Angkola Selatan masih terus melakukan pencarian terhadap 4 korban longsor lainnya. Sedangkan warga yang berada di lereng pebukitan di dekat lokasi kejadian, oleh pemerintah diminta untuk sementara tinggal dengan keluarga terdekat di Kelurahan Pardomuan untuk menghindari adanya kejadian yang lebih buruk lagi, apalagi sampai saat ini cuaca masih terus hujan di daerah Tabagsel.

Akibat longsor yang terjadi di Dusun Aek Gambir, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan ini, jalan utama sempat terputus di karenakan tertutup longsoran yang bercampur dengan batu. Selain itu dikarenakan air sungai meluap ke badan jalan sehingga menyulitkan pengendara melintas, namun saat ini sudah bisa kembali dilalui setelah di lakukan perbaikan dengan menggunakan alat berat milik Pemkab Tapsel. Sedangkan untuk menuju ke lokasi kejadian harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer melalui jalan setapak ke pebukitan.

Baca Juga :  SELEKSI TIMNAS U-23 - Vincent Segera Pulang Kampung

Sementara itu bantuan dari Pemkab Tapsel berupa makanan dan minuman juga sudah datang sejak Kamis (4/3) malam yang langsung di antarkan oleh Asisten III, Fahri Siregar mewakili Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan.

Bupati Tapsel, Ongku P Hasibuan saat ditemui METRO Jumat di sela-sela pendaftaran ke KPU Tapsel mengatakan, Pemkab Tapsel sudah menangani masalah longsor tersebut dan sudah memerintahkan Camat Angkola Selatan, Hamdy Pulungan untuk segera melakukan evakuasi dibantu oleh muspika Angkola Selatan.

Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Dirinya kembali mengingatkan kepada warga jika memungkinkan untuk tidak bermukim di pinggiran pebukitan karena sangat berbahaya dan beresiko seperti tanah longsor dan lainnya. Ia juga mengimbau warga agar tidak menebang hutan untuk di jadikan lahan pertanian atau perkebunan.

“Kita meminta kepada warga untuk waspada dan hati-hati, utamanya selama musim penghujan. Upaya sudah kita lakukan dengan mengerahkan alat berat untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban yang belum ditemukan, mendirikan posko kesehatan, dan membantu warga korban longsor,” sebutnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*