Longsor Sosopan, Pemprovsu Diminta Tidak “Tutup Mata”

www.harian-global.com
Pascalongsor dan banjir yang menerjang Kecamatan Sosopan, Kabupaten Palas, yang telah memutus transportasi Sibuhuan-Padangsidimpuan, perlu mendapat perhatian serius dari pemprovsu, khususnya Dinas Jalan dan Jembatan.

“Dinas Jembatan dan Jalan Pemprovsu jangan tutup mata dengan kerusakan itu. Karena jalan itu merupakan sarana vital bagi masyarakat,” ujar Ansor Harahap, putra asli Sosopan yang berdomisili di Medan, Kamis (19/11) melalui telepon seluler.

Ansor mengungkapkan, beberapa tahun belakangan ini jalinsum via Sosopan tidak mendapat perhatian perawatan dan pemeliharaan sehingga jika curah hujan tinggi dan berlangsung lama, daerah itu rawan longsor.

Sementara H Lokot Nasution, tokoh masyarakat Kecamatan Sosopan yang juga pedagang hasil bumi mengatakan, dengan terputusnya jalan Sosopan akan memengaruhi harga jual hasil bumi.

Sedangkan kebutuhan warga menjadi melonjak sampai mencapai 100 persen dari harga biasanya, seperrti minyak lampu yang per liter Rp 6 ribu, pascalongsor melonjak menjadi Rp 13 ribu, ujarnya.

Siaga 24 Jam

Camat Sosopan Ellin Haposan Rangkuti SH telah menginstruksikan jajaran dan masyarakat agar siaga 24 jam, mengingat wilayah ini rawan longsor. Peristiwa itu diharapkan menjadi pelajaran berharga agar tetap waspada.

Pantuan Global, warga setempat melakukan gotong royong secara swadaya melakukan pembersihan tanah longsor yang menutupi badan jalan di beberapa titik Jalinsum Sosopan, juga membuka jalan alternatif agar akses ke daerah Sosopan tidak putus total.

Pemprovsu diminta perhatikan Jalinsum Sosopan

Warta – Sumut

WASPADA ONLINE

SIBUHUAN – Terkait terputusnya Jalan Lintas Provinsi Sumatera Utara via Kecamatan Sosopan akibat bencana banjir dan longsor, sehingga menimbulkan akses ke daerah itu terkendala. Hal ini diharap mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Putra Padanglawas, Ahmad Kamil Lubis, tadi malam, kepada Waspada, mengatakan, kondisi jalan yang merupakan sarana vital bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat.

Karenanya, Pemprovsu melalui Dinas Jalan dan Jemabatan diharapkan tidak tutup mata dan membiarkan keadaan jalan di daerah itu seperti selama beberapa tahun belakangan ini, tidak ada perhatian.

Sebelumnya, Lokot Nasution, tokoh masyarakat kecamatan Sosopan mengatakan, dengan terputusnya jalan Sosopan akan mempengaruhi harga hasil bumi dan barang kebutuhan pokok.

Seperti harga karet di saat normal Rp8.000 per kg akan turun menjadi Rp5.000 per kg, kulit manis jika saat normal harganya Rp 4.000 per kg akan menjadi Rp2.000 per kg. Dalam satu minggu produksi karet di beberapa desa yang terisolir akibat terputusnya jalan Sosopan bias mencapai 30 ton dan kulit manis sekitar 15 ton per minggu.

Pemkab Padanglawas pasca banjir dan longsor di beberapa wilayah termasuk terputusnya jalan Kecamatan Sosopan langsung turun melakukan peninjauan. Selain melakukan pembersihan tanah longsor yang menutupi badan jalan di beberapa titik, juga membuka jalan alternatif agar akses ke daerah Sosopan tidak putus total, karena mengingat dampaknya akan sangat fatal terhadap kehidupan perekonomian masyarakat.
(dat02/waspada)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/longsor-sosopan-pemprovsu-diminta-tidak-tutup-mata/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*