Longsor Terjang Rumah Warga Bercampur Lumpur dan Potongan Kayu Di Luat Lombang Sipirok

Rumah panggung papan ikut terkena longsoran tanah di bukit hingga tiangnya bergeser dan rumah menjadi agak miring dan rusak. Foto dsijepret Jumat (11/3).

Tanah pebukitan di atas Jalinsum Sipirok-Tarutung tepatnya di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, Kamis (10/3) sore longsor. Satu rumah panggung mengalami kerusakan. Selain itu, satu bangunan MCK umum permanen roboh lalu rata dengan tanah.

Informasi dihimpun di lokasi longsor menyebutkan, wilayah pemukiman yang berada di lereng pebukitan pinggir Jalinsum itu sebelumnya diguyur hujan deras, Kamis (10/3) sekira pukul 16.00 WIB. Berselang satu jam hujan mengguyur, tiba-tiba tanah di bagian atas bukit berketinggian sekitar 40 meter, bergerak dan langsung menimpa MCK (mandi, cuci, kakus) umum di seberang masjid di Dusun Pengkolan tersebut. Kemudian dalam hitungan menit, seluruh MCK ambruk dan tertimbun tanah dan lumpur.

“Untunglah warga yang ada di dalam MCK itu segera menyelamatkan diri mendengar suara reruntuhan longsoran dari atas sebelum menerjang bangunan MCK ini. Saat itu MCK tidak ramai, mungkin karena hujan. Tapi biasanya pada jam yang sama, warga sudah ramai,” kata Kepala Desa Luat Lombang Muara Siregar didampingi Kepala Dusun Andi Siregar dan warga lainnya Sawal Parapat (47) kepada METRO, Jumat (11/3).

“Kerugian sekitar Rp80 juta, namun tidak ada korban jiwa. Untuk sementara kami terus berupaya membersihkan reruntuhan MCK, tanah dan lumpur dari badan jalan dan selanjutnya membersihkan lokasi pertapakan MCK agar secepatnya kami bangun seadanya. Keberadaan MCK itu sangat kami butuhkan segera. Kami sudah meminta agar alat berat miliki PU dikerahkan dan biayanya sudah kami kumpulkan secara swadaya,” tambah Andi Siregar.

Baca Juga :  Efek Domino Century Boediono

Pantauan METRO, Jumat (11/3) di lokasi, hampir seluruh warga Dusun Pengkolan berupaya membersihkan puing-puing reruntuhan MCK yang roboh akibat tertimpa lumpur dan tanah. Warga kemudian mengeluarkan sisa reruntuhan dan tanah dari badan jalan agar bisa dilalui kendaraan.

Sementara itu Eltika Sari (23) dan Julianto Pohan (25), pasangan suami istri yang menempati rumah panggung ukuran 4×4 meter yang terkena longsor kepada METRO menuturkan, saat kejadian itu Eltika baru tiba di rumah usai berbelanja dari pasar. Sedangkan Julianto berada di dalam rumah. Namun, tiba-tiba air bercampur tanah, potongan kayu dan lumpur menerjang rumah sehingga mengakibatkan peralatan rumah tangga mereka berantakan dan hanyut dibawa arus air. Selain itu tiang rumah terlihat bergeser sehingga rumah menjadi agak miring.

“Semua belanjaan saya hanyut, bahkan isi rumah semua terbawa arus air dan berserakan di halaman dan pinggiran jalan. Seperti banjir begitulah, walaupun hanya sebentar,” kata mereka yang diamini warga lainnya Abdul Gultom (54), Mastia Harahap (50), dan Sarelan Siregar (45).

Menurut warga, peristiwa seperti ini merupakan yang pertama kali terjadi selama mereka tinggal dan bermukim di Pengkolan selama 50-an tahun. “Seumur saya di sini (Pengkolan, red) baru ini yang pertama kejadian seperti ini. Jika mengingatnya kami sangat takut, apalagi pemukiman kami ini berada di lereng bukit dan ditepi jurang,” ucap Abdul.
Warga hanya berharap agar pemerintah daerah mambantu mereka dalam membangun kembali MCK umum tersebut. “Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan kami,” kata mereka.

Baca Juga :  Hati-hati Jalan Anjlok Di Desa Sarogodung

Pelaksana Camat Sipirok Drs Anwar Efendi mengatakan, setelah mendengar kejadian itu, pihaknya langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi yang sebenarnya terjadi. “Saya juga akan segera membuat laporan ke tingkat II atas kejadian itu. Secara lisan saya telah melaporkannya, dan memang melihat kondisinya mereka sangat membutuhkan bantuan secepatnya,” ucapnya. (ran) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Akhir-akhir ini sering kita perhatikan terjadinya longsor di sekitar Sipirok apabila hujan turun,atau kebakaran lahan ketika kemarau.kalau dilihat kondisi jalan yg menuju sipirok yg melewati jalan ini selalu dihantui ketakutan karena kondisi jalan juga kurang di perhatikan Pemkap Tapanuli selatan .sementara jalan berada pada lingkungan yg rawan longsor..dan kondisi drainase jalan di kerjakan seadanya..dan perwatan kurang dan dari dinas kehutanan juga kurang dalam melakukan penghijauan yg rawan longsor apakah ini terus dibiarkan ? Perbaikan baru dilakukan setelah memakan korban .

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*