Lorenzo: Spies Bukan Saingan Utama

Kendati mulai musim 2011 ini bakal bersatu membela panji Yamaha, Jorge Lorenzo sudah mulai menebar benih permusuhan dengan rekan setimnya Ben Spies. Menurutnya, pembalap muda Amerika Serikat itu belum bisa bersaing dengannya merebut gelar juara dunia MotoGP.

Usai tampil cukup apik bersama Monster Yamaha Tech 3 sepanjang musim lalu, Spies yang menyabet gelar rookie of year atau pembalap pendatang baru terbaik, langsung dipromosikan bergabung dengan tim pabrikan Yamaha. Juara dunia Superbike ini dipercaya mengisi tempat yang ditinggalkan Valentino Rossi ke Ducati.

Menanggapi hasil impresif Spies yang sempat naik podium dengan motor non-pabrikan, Lorenzo tak meragukan kapasitas yang dimiliki rekan setimnya tersebut. Namun, merujuk pada kompetisi yang sengit dengan kehadiran pembalap hebat di tim yang juga hebat, pembalap muda Spanyol ini tak yakin Spies mampu masuk dalam persaingan.

“Dia (Spies) melakukan tugasnya dengan sangat baik di musim lalu. Dia sempat beberapa kali naik podium dengan motor tim satelit dan itu bukankah hal yang mudah,” puji Lorenzo kepada Spies sebagaimana dikutip MCN, Senin (10/1/2011).

“Saya yakin, di musim ini (2011), dia akan mampu bersaing untuk memenangi beberapa balapan. Namun, saya tak yakin dia bisa mampu bersaing merebut gelar juara, karena level kompetisi musim ini sangat tinggi,” lanjutnya.

Pertarungan sengit yang dimaksud Lorenzo kali ini jelas merujuk pada keputusan dua rivalnya Casey Stoner dan Valentino Rossi yang memutuskan pindah ke tim lain. Stoner memutuskan merapat ke Repsol Honda dan bergabung dengan Dani Pedrosa dan Andrea Diovizioso. Sementara The Doctor memilih bergabung dengan tim asal kampung halamannya, Italia, Ducati bersama Nicky Hayden. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  PSSI Rekrut Instruktur Pelatih dari Belanda

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*