LP2TS Curigai Kasus Kadishut Tapsel Di Endapkan

Lembaga Pengkajian Pembangunan Tapanuli Selatan (LP2TS) Mensinyalir Kasus Kadishut Tapsel Dipermaikan Atau Di Endapkan….

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Kadishut Tapsel, Sahgiman Siregar bukan `pemain` tunggal dalam drama kasus tunggal, dan yang pasti bukan mangan dewe. System yang korup di birokrasi Pemkab dan Dishut Tapsel terkait korporasi Pt. PLS dimulai sejak Bupati (alm) Saleh Harahap berkonspirasi dgn Harry Jusman mantan pion Mujur Timber, yang diekori penggantinya Ongku Hasibuan.. Sahgiman di bidang konservasi Kemenhut `diimpor` Ongku utk jadi boneka bidang produksi Dishut Tapsel. Ongku pun berkonco dgn Harry. Kasus korupsi 8 M bank garansi Pt. PLS plus dendanya terjadi karena Sahgiman kembalikan bank garansi ke Harry sementara tunggakan setoran DR/PSDH Pt. PLS `ditembak` Harry. Logikanya, mungkinkah Sahgiman berkolusi dgn Harry yang konco Ongku tanpa setahu Ongku? Kemudian, Harry menjual 29 ribu M3 kayu Pt. PLS ke Pt. OPM/ANJ Agri guna dipakai utk gambangan puluhan Km jalan kebun dan seribuan jembatan, tanpa dokumen apapun tanpa setoran apapun ke negara, administrasi negara nihil namun bukti fisik hingga kini masih gamblang di depan mata. Terkait Poldasu, keterlibatan Ongku, Harry, ANJ Agri sudah bertahun lalu Poldasu terima pengaduan Alarm, Walhisu dll. Tapi mungkin barangkali nominal kasus terlalu besar utk kadar integritas penyidik Poldasu. Harry, Ongku, ANJ Agri para penikmat sesungguhnya dari kasus tsb malah belum tersentuh sama sekali. Efektifnya takkan tercapai hanya dgn selembar surat, bawa gepokan data, bukti ke Bareskrim dan Gedung Manggala Wana Bakti, lalu teriak hujat pakai sound system, “Hei Zulkifly Hoi Timur, kalau kalian punya wewenang dan tanggungjawab penegakan hukum tak sampai ke Tapsel, tak kami akui kalian menteri dan kapolri, mundur aja kalian”. Gimana, nerani nggak?

  2. Kepada para penegak hukum, tegakkanlah hukum dan keadilan sekalipun langit akan runtuh. Masyarakat mendambakan kejelasan dan keterbukaan serta kepastian dalam proses penegakan hukum. Tidak usah harus didesak oleh masyarakat, baru jalan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*