Luar Biasa, Pria Ini Menghabiskan Lebih dari Tiga Dekade Membangun “Rumah”!

Geoffrey Walkley (69) berhasil menyelesaikan rumah boneka untuk anak perempuannya setelah mengerjakan selama 35 tahun.

KOMPAS.com – Anak-anak perempuan biasanya menginginkan “rumah” boneka untuk bermain. Sama seperti orang tua pada umumnya, Geoffrey Walkley (69) pun berniat memberikan hal tersebut untuk anaknya. Sayangnya, Walkley membutuhkan 35 tahun untuk membangun “rumah” boneka tersebut.

Meski membutuhkan waktu yang sangat lama, Walkley berhasil membuat “rumah” boneka yang sangat istimewa. “Rumah” tersebut merupakan replika Rainham Hall dari abad ke-18 dengan detail yang mengesankan untuk anaknya yang kini berusia 40 tahun itu.

Pria asal Hornchurch, Essex ini menghabiskan lebih dari 13.000 Poundsterling untuk membangun miniatur Rainham Hall (sekitar Rp 249 juta). Miniatur seberat 90 kg ini memiliki tiga lantai, 13 ruangan, lampu yang bisa menyala, 14 cerobong asap, dan bel pintu. Semua fitur dalam “rumah” ini benar-benar bisa berfungsi, misalnya lampu, cerobong asap bisa mengeluarkan asap, bel pun bisa berbunyi.

13 ruang yang ada di dalam rumah ini terdiri dari lima kamar tidur, perpustakaan, dapur, ruang makan, ruang serba guna, dan ruang keperluan. Semua ruang ini dilengkapi dengan lampu yang bisa menyala. Walkley menyiapkan kontrol jarak jauh untuk menyalakan lampu, asap di cerobong, dan bel pintu.

Tidak hanya alat-alat elektronik di dalam miniatur yang menarik untuk disimak. Walkley juga memastikan setiap detil di dalam miniatur menyerupai aslinya. Setiap ruang pun tampak dirancang dengan baik dan tidak tampak seperti “rumah” boneka.

Baca Juga :  Le Yati Bukukan Rekor Berjari Terbanyak di Dunia

Sarah Walkley, anak perempuan Walkley yang seharusnya menjadi pemilik miniatur ini kini sudah dewasa. Sarah mengakui bahwa sang ayah, yang mulai membangun “rumah” ini sejak malam Natal 1978, memang membuat cetak birunya dengan sangat terperinci.

Sumber :
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*