Luas Hutan yang Terbakar di Riau Terus Bertambah

Pekanbaru, (Analisa). Luas kebakaran hutan dan lahan di Riau dalam sepekan terakhir kian bertambah. Dari sebelumnya 7.900 hektare, kini mencapai 11.500 hektar.

Humas BNPB Agus Wibowo mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Rabu (5/3/2014) di Posko Tanggap Darurat di Pangkalan TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru. Agus menjelaskan data luasan kebakaran hutan dan lahan dihimpun dari tim pemadaman kebakaran yang langsung ke lokasi.

“Hitungan itu berdasarkan laporan tim pemadaman yang ada di lokasi. Bisa jadi kebakaran lebih luas lagi dari data yang terhimpun,” kata Agus.

“Kenapa bisa berlebih, ya karena yang terdata itu hanya di lokasi yang terjangkau oleh tim pemadam. Masih ada lagi kawasan yang terbakar, namun tim tidak bisa sampai ke lokasi,” kata Agus.

Lokasi kebakaran hutan dan lahan itu umumnya di bagian pesisir wilayah Riau. Tercatat saat ini sejumlah kabupaten yang terdapat titik api, Bengkalis, Rokan Hilir, Dumai, Siak, Pelalawan dan Kepulauan Meranti.

“Untuk mempercepat pemadaman ini, kita tengah melakukan persiapan hujan buatan,” kata Agus.

EnamPesawat Delay

Asap akibat kebakaran lahan di Riau belum juga tertangani. Lalu lintas udara terganggu. Enam penerbangan delay karena jarak pandang terbatas.

“Hingga pukul 10.00 WIB, jarak pandang berkisar 400 hingga 600 meter,” kata Airport Duty Manager Hasnan Siregar kepada detikcom, Rabu (5/3).

Baca Juga :  KNKT: Lion Air Jatuh di Bali, Kopilot Tak Lihat Landasan

Pesawat-pesawat tujuan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru yang terganggu adalah Garuda dari Kuala Namu Sumut pada pukul 07.05 WIB, Air Asia dari Bandung pukul 07.20, Citilink dari Jakarta 08.00 (dialihkan ke Batam), Air Asia dari Singapura, Garuda dari Jakarta pukul 07.45 WIB.

“Pesawat yang belum bisa take off Sky Air tujuan Malaka,” jelas Hasnan.

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru terganggu beberapa kali akibat kabut asap. Tidak hanya penumpang biasa yang kena imbasnya, tapi juga Menhut Zulkifli Hasan.

Pesawat dari Jakarta yang ditumpangi pucuk pimpinan Kementerian Kehutanan ini delay akibat kabut asap. Rencana memimpin apel siaga penanganan asap akhirnya batal. (dtc) – analisa

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*