Luat Lombang Hasilkan Kemiri 1,5 Ton per Minggu

SIPIROK-Sedikitnya 1,5 ton produksi biji kemiri setiap minggunya dari Desa Luat Lombang dan Desa Aek Batang Paya, Sipirok, Tapsel akan dikeluarkan ke daerah lain untuk diolah menjadi bahan jadi.

Di samping beberapa komoditas lainnya seperti gula aren, getah karet, kakao, kopi, kulit manis serta hasil alam lainnya sudah menjadi tulang punggung perekonomian warga setempat. Salah seorang pengumpul barang komoditi di Dusun Pengkolan, Desa Luat Lombang, Mangaraja Talian (49) pada METRO Selasa (6/9) mengatakan, setiap tahunnya kemiri akan berproduksi selama 3 bulan rata-rata setiap minggu terkumpulkan sekitar 1 ton lebih kemiri dari warga. Belum lagi beberapa pengumpul di Dusun lain di Desa Luat Lombang.

“Kalau kami Pengkolan ini saja bisa mengumpulkan lebih dari satu ton setiap minggu pada musimnya, kali ini memang sedang musim, belum lagi pengumpul lainnya,” katanya. Diungkapkannya, adapun harga kemiri ditengah masyarakat saat ini adalah Rp5.000 per kg. “Dari masyarakat kita bayar Rp5.000, tetapi jika ada yang menimbang (pembeli lain, red) maka kita bayar Rp5.500 per kg, dan barang itu kondisinya sudah kering, lalu kita kirim ke Pematangsiantar,” terangnya.

Melihat kondisi potensi sektor ekonomi ditengah masyarakat tersebut, pemerhati sosial Lauddin Siregar pada METRO Sabtu (6/9) mengatakan, dengan begitu banyaknya potensi yang dimiliki warga dalam meningkatkan ekonominya tentunya akan lebih baik jika mendapat perhatian dan arahan yang tepat secara terorganisir dari pemerintah setempat melalui instansi yang berkompeten.

Baca Juga :  Warga Terimakasih Atas Pembangunan Jembatan Sidongdong

“Melihat kondisi tersebut pemerintah harus responsip menilik potensi-potensi yang ada ditengah masyarakat guna peningkatan ekonomi kerakyatan yang tetap terjaga, masyarakat perlu diberikan perhatian dan pengarahan dalam upaya menggalakkan dan mengambangkan potensi yang sesuai dengan tekstur tanah dan alamnya, agar hasil komoditas dari wilayah tersebut tetap mengalir dengan baik sehingga perekonomian warga setempat juga tetap terjaga,” sebutnya. (ran/mer)

SUmber: www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*