Madina dan Nias Segera Miliki Bandara

JAKARTA-Sumatera Utara dipastikan akan memiliki beberapa bandara udara yang baru dalam beberapa tahun ke depan. Yaitu bandara udara untuk Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Bandara Teluk Dalam, Nias.

Hal tersebut dipastikan karena telah masuk dalam rencana pengembangan pembangunan Bandara Udara di Kementerian Perhubungan hingga tahun 2014 mendatang.

Demikian dikemukakan Kepala Pusat Komunikasi dan Informasi Kementerian Perhubungan, Bambang S.Ervan kepada JPNN, Rabu (10/10). “Untuk Sumatera Utara itu ada Bandara udara Madina (Mandailing Natal,red) dan Teluk Dalam (Nias,red) yang akan segera dilakukan,” ujarnya.

Menurut Ervan, pembangunan kedua bandara tersebut diprioritaskan lebih didasari alasan kebutuhan. Sehingga masyarakat nantinya dapat lebih mudah dan benar-benar mempersingkat waktu perjalanan dari dan menuju daerah tersebut.

Ervan memastikan kedua bandara perintis tersebut telah mulai beroperasi pada tahun 2014 mendatang. Atau paling lambat pada tahun 2015. Karena sesuai rencana, dari total 45 bandara yang masuk dalam rencana pembangunan pengembangan, ditargetkan selesai sepenuhnya tahun 2014.

“Jadi totalnya itu ada sekitar 45 bandara yang masuk dalam rencana pengembangan pembangunan hingga tahun 2014. Namun memang sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia. Alasannya karena di daerah timur itu banyak daerah-daerah yang hanya bisa dilayani oleh penerbangan. Jadi memang karena tidak ada transportasi lain. Makanya itu yang kita utamakan,” terangnya.

Baca Juga :  Gubsu Ingatkan Satpol PP se-Sumut

Selain kedua bandara tersebut, Kemenhub juga berencana membangun bandara udara untuk Kabupaten Bireuen di Provinsi Nanggoroe Aceh Darussalam (NAD). Sementara saat ditanya terkait pengembangan Bandara Pinangsori, Tapanuli Tengah, menurut Ervan kemungkinan besar tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. “Pinangsori sepertinya sudah selesai. Karena tidak terlihat dalam rencana pengembangan bandara yang ada saat ini,”ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemkab Tapteng beberapa waktu lalu telah mengusulkan pada pemerintah pusat, untuk memperluas Bandara Pinangsori. Langkah ini guna menunjang sehingga pesawat berkapasitas angkut yang lebih besar sejenis Boeing, dapat mendarat di bandara tersebut.

Jika hal tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat, Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang yakin, Tapanuli Tengah akan dapat lebih maju. Karena bahan baku penghasilan dari kabupaten ini dapat dengan cepat dipasarkan ke luar daerah, atau bahkan mancanegara. Selain itu, melihat potensi pariwista yang ada, keperluan adanya bandara yang memadai juga tentu menjadi syarat masuknya para wisatawan.

Menanggapi hal ini, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bhakti mengaku, tentu hal tersebut menjadi pertimbangan tim pengkaji. Namun meski demikian, evaluasi tetap harus dilakukan terlebih dahulu. Sehingga hasilnya benar-benar sepenuhnya semakin lebih bermanfaat bagi daerah tersebut. (gir/jpnn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Nelayan Sibolga Temukan Tiga Warga Somalia

1 Komentar

  1. Kalau menurut hemat saya,dengan adanya rencana pembangunan bandara di Nisel dan madina,itu suatu kebijakan yang tepat,namun harus di kaji lebih matang,agar tidak sia-sia,maksud saya sekali di bangun bisa hendaknya pesawat boing mendarat di sana.Karna apabila di bangun hanya untuk pesawat foker,itu percuma,karna pesawat foker penumpangnya terbatas.Yang kita inginkan bandara yang bisa mendarat kan pesawat boing,agar pesawat dari jakarta bisa langsung mendarat di dua bandara yang direncanakan pembangunannya itu.ini untuk mempercepat kemajuan daerah-daerah tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*