Madina Institute Lestarikan Budaya Mandailing

MADINA-Kelompok pemuda dan mahasiswa yang tergabung di dalam Madina Institute Kabupaten Madina ingin melestarikan seni dan budaya Mandailing melalui Pagelaran Seni, Tari dan Budaya (Pastarida).

Rencanyanya kegiatan ini akan dilangsungkan selama tiga hari, Kamis (24/11)-Sabtu (26/11) bertempat di Pelataran Pasar Baru Panyabungan.

Pagelaran ini, ujar Direktur Eksekutif Madina Institute, M Alhasan Nasution didampingi sejumlah panitia pelaksana, Senin (21/11), pagelaran juga sekaligus pengukuhan pengurus Madina Institute periode tahun 2011-2013. Dikatakan Alhasan, dalam pagelaran Pastarida akan melibatkan seluruh elemen masyarakat terutama pelajar SMP, SMA, pemuda dan mahasiswa. Dan juga terbuka untuk masyarakat umum, yang akan memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah.
Adapaun jenis perlombaan yang akan dilaksanakan adalah lomba Gordang Sambilan, festival tor-tor, fashion show, busana adat Mandailing, dan lomba karya tulis ilmiah.

”Pagelaran ini merupakan program Madina Institute bertujuan bagaimana agar masyarakat luas tahu seni dan budaya Mandailing. Karena, seni dan budaya Mandailing akhir-akhir ini mulai punah. Padahal, seni dan budaya ini apabila dilestarikan akan memberikan makna yang luar biasa termasuk memberikan keuntungan ekonomi,” sebut Hasan.

Ketua Panitia Pelaksana Pastarida, Ahmad Rijal Lubis kepada METRO menjelaskan, persiapan pagelaran sudah hampir rampung, dan peserta festival sudah lumayan banyak yang mendaftarkan diri dalam pagelaran seni dan budaya ini. Dan paling diramaikan oleh pelajar setingkat SMA, pemuda dan mahasiswa dari berbagai utusan.

Baca Juga :  Ada Gangguan Kamtibmas, Laporkan!

Pengamat Sosial dan Budaya, Agussalam SH yang juga kandidat Master di USU mengatakan, pagelaran yang dilaksanakan oleh Madina Institute ini merupakan wujud kepedulian atas seni dan budaya yang ada di Mandailing yang pernah dikenal di kancah nasional.

Saya yakin apabila masyarakat mengenang kembali ke masa lalu, Mandailing ini banyak memberikan popularitas terhadap kekayaan bangsa. Inilah yang selama ini mulai hilang dari kesadaran kita, padahal, Mandailing dikenal dengan kultur yang sopan santun dan memiliki banyak kekayaan seni yang memberikan keuntungan besar,” sebut Salam. (wan/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*