Madina Kota Santri yang Lahirkan Ulama Besar

Penyabungan Ibukota Kab. Madina

Jumat, 23 Oktober 2009 – www.metrosiantar.com

MADINA-METRO; Kakandepag Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang baru, Drs Muksin Batubara MPd, Rabu (21/10) resmi dilantik. Dia menggantikan Drs H Adlin Damanik MAP yang pindah tugas ke Kabupaten Deli Serdang. Pelantikan digelar di Aula Kantor Bupati Madina, di komplek Perkantoran Paya Loting.

Bupati Madina, H Amru Daulay SH dalam pidatonya menyampaikan, masyarakat harus antisipasi dengan kondisi jaman sekarang, karena Kabupaten Madina yang dikenal kota santri dan tempat kelairan ulama-ulama besar. Ini jangan sampai sekedar nama dan hilang ditelan arus globalisasi dan perubaan zaman yang semakin modern.

“Hal ini semua merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab Pemkab Madina dan Kakandepag, tetapi juga tanggung jawab ulama, guru, tokoh agama dan seluruh masyarakat,” ucap Amru Daulay yang dihadiri unsur Muspida, Sekdakab, Drs H Azwar Indra Nasution MM, Kakanwil Depagsu, diwakili KTU, Drs M Idris Hasibuan MAP, kepala-kepala SKPD, Kepala KUA se Madina, Ketua MUI, pimpinan pondok pesantren, ulama, tokoh agama serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Menurut Bupati, pejabat di jajaran Depag harus memahami dan mengimplementasikan fokus program Depag sesuai dengan bidang dan subtansi tugas masing-masing dengan meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Kemudian, menciptakan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas, mengejar ketertinggalan dan pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan, merevitalisasi penyelenggaraan ibadah haji serta memantapkan kerukunan umat beragama.

Baca Juga :  Ibra Bawa Milan Jauhi Napoli

Pejabat Kakandepag Madina yang baru sebut bupati, dituntut untuk meningkatkan Perda Nomor 30 tahun 2007 tentang pandai baca dan tulis Alquran dengan mewajibkan membaca Alquran setiap harinya kepada siswa/i di setiap tingkatan dan jenjang pendidikan baik MI atau SD, MTs atau SMP, MA atau SMA dan SMK dan pondok pesantren sebelum memulai jam pelajaran dengan bimbingan guru kelasnya masing-masing.

Begitu juga dengan calon pengantin yang beragama Islam sebelum melangsungkan aqad pernikahan, hendaknya yang bersangkutan menjalani test membaca Al Qur’an dihadapan penghulu.

Bupati juga meminta kepada Kakandepag baru untuk meningkatkan pemberlakuan Perda Nomor 31 tahun 2007 tentang berpakaian muslim dan muslimah bagi masyarakat muslim, Perda Nomor 32 tahun 2007 tentang pencengahan dan pemberantasan terhadap berbagai jenis penyakit masyarakat.

Bupati Amru Daulay juga menyampaikan bahwa pada tahun 2010 mendatang, Madina dipercaya sebagai tuan rumah Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional (MTQN) tingkat Sumut, sehingga Kakandepag harus mempersiapkan pelaksanaan tersebut dengan baik dan bukan hanya sukses sebagai tuan rumah tetapi juga sukses dalam prestasi.

Disamping itu, perlu peningkatan pelayanan public di Madina terutama dalam sector pendidikan, pelayanan di bidang pendidikan tidak akan pernah surut ditengah-tengah situasi keuangan negara yang masih sulit, keterbatasan anggaran jangan dikambing-hitamkan dengan menurunnya pelayanan kepada masyarakat. (mag-02)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Mandailing Natal; Copot PNS Terlibat Kampanye

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*