Madina Longsor, Jalinsum Macet

Sisa-sisa bencana longsor di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara, Jumat (3/8), belum juga dibersihkan. Akibatnya, tak ada kendaraan besar yang dapat melintasi jalan ini karena tumpukan tanah, kayu, dan bebatuan memenuhi badan jalan. Kendaraan roda dua yang hendak melintas harus dibantu warga dengan upah Rp 20 ribu.

Parahnya, antrean panjang kendaraan mencapai delapan kilometer. Penumpang bus sudah menunggu berjam-jam, namun alat berat yang diharapkan membersihkan kotoran tak kunjung datang. Padahal, jalan ini adalah penghubung empat kecamatan di Mandailing Natal dan merupakan jalur alternatif menuju Sumatra Barat.

Longsor terjadi akibat struktur tanah yang labil. Longsor itu juga menyapu sebuah alat berat milik satu perusahaan saat melewati jalan. Namun, sang operator alat berat selamat.

Sejumlah titik di perbukitan di sekitar longsor juga masih mengancam keselamatan. Ini mengingat kayu terancam roboh ke jalan lantaran tidak ada lagi tanah sebagai penyangga. Kendati demikian, warga tetap nekat melewati material longsor.

(Liputan6.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. dokkon hamu par madina i, tu bupati anso dilaporkon dohot diusulkon tu gubernur sigatot…i, dipature ma i, ulang sai longsor2 sajo….biado carana ….on sude mulai marsegoan apalagi dalan tu hita an…..mulai sian balige….jalur sipirok….jalur sibolga….marsegoan sude….tanggung jawab ni provinsi dei….ulang na modom sajo gubernur taon di medan on….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*