Mafia Anggaran Itu Ada

KOMPAS.com — Wakil Ketua Badan Anggaran DPR Tamsil Linrung mengakui adanya mafia anggaran di tubuh legislatif. Menurut dia, ada beberapa anggota dewan yang turut “bermain” dengan pihak eksekutif atau pihak lainnya, seperti pengusaha.

“Mafia anggaran itu ada. Sudah ada beberapa yang ketahuan melakukan itu, ada yang dalam proses hukum dan ada yang ditahan. Namun, mafia anggaran bukan hanya di satu tempat. Bisa terjadi kalau ada beberapa pihak yang bersepakat. Kalau enggak direspons sama eksekutif, enggak mungkin terjadi,” ungkapnya dalam diskusi mingguan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Besaran dalam APBN 2010 sebesar Rp 1.320 triliun, sudah diajukan ke DPR sekitar Rp 1.310 triliun. Menurut Tamsil, selisih Rp 10 triliun berstatus optimalisasi. Selisih inilah, lanjutnya, yang berpeluang menimbulkan negosiasi.

Terkait rencana pembentukan Panja Mafia Anggaran, politisi PKS ini mengaku sepakat. Namun, Tamsil menegaskan, tak terlalu banyak permainan di DPR. Pasalnya, setelah disahkan Rp 1.320 triliun, hanya optimalisasi yang bisa dijadikan celah untuk bermain.

“Mau lihat mafia anggaran harus dilihat menyeluruh, kalau di DPR itu kecil. Kita tinggal Rp 10 triliun itu, sebab dari Rp 1.320 triliun sudah selesai (alokasinya) Rp 1.310 triliun,” tambahnya.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Penuhi Kebutuhan Dokter Spesialis, RSUD Tapsel Kerja Sama dengan USU& UI

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*