Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel

graphic1 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Tumpukan kayu tangkapan Polres Tapsel di Desa Palsabolas, “Makin menyusut”.

Angkola Timur, Perkara penangkapan Polres Tapsel terhadap pencurian kayu dari areal konsesi Pt. Toba Pulp Lestari (TPL) di lokasi Aek Bobak Dusun Kapuran Desa Palsabolas Kecamatang Angkola Timur Kabupaten Tapsel, berbuntut panjang.

Sekalipun BPKH (Balai Pemantapan Kawasan Hutan) Wilayah-2 Sumut dalam kesaksiannya di Poldasu telah menegaskan areal yang ditunjuk Dinas Kehutanan Kabupaten (Dishutkab) Tapsel sebagai APL (Areal Penggunaan Lain) adalah konsesi TPL sesuai Penataan Batas yang sudah disahkan Dirjen Planologi Kementessrian Kehutanan (Kemenhut) RI, dan Poldasu bersama Polres Tapsel telah menyita ratusan M3 kayu Pinus di TPK (Tempat Penimbunan Kayu) di Dusun Kapuran, Dishutkab bersama mafia Pinus AIH, TP dan AS masih tetap menantang. Kejadian terakhir, perlawanan menantang hukum dilakukan mafia AIH dkk dengan cara melarikan puluhan M3 kayu Pinus tangkapan dan menyelundupkannya ke pabrik CV. Karya Bakti Manunggal (KBM) di Pematangt Siantar.

graphic3 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Plt Kadishutkab Tapsel, Aswad Daulay.

Terungkapnya kasus pelarian kayu tangkapan Barang Bukti (BB) Polres Tapsel bermula ketika pada Hari Kamis pagi tgl. 4 April 2013 pers memergoki 2 unit tronton No.Pol: BK-8057-TM dan BK-8189-ZW melintas dari Tapsel menuju ke Taput, persisnya di Rumah Makan Roda Baru di perbatasan Tapsel-Taput di Pahae Jae. Ketika pers menanyakan asal kayu Pinus yang dimuat kedua tronton tsb, seorang supir perlihatkan dokumen SKSKB No. Seri: DG 1927548 tertanggal 4 April 2013 a/n Abdi Iswandi dimuat di TPK Desa Palsabolas sebanyak 238 batang dengan volume 22,93 m3, dengan tujuan pengiriman CV. KBM Km 7,5 Jalan Siantar-Tebing.

Disebutkan dalam dokumen angkut SKSKB tsb, kayu Pinus berasal dari BAP Inventarisasi No. 522/217/201`3 tgl 26-02-2013 yang BAPnya diteken Plt Kadishutkab Aswad Daulay bersama sejumlah staf seperti Agus Salim Siregar, Seginda Pasaribu, Rudi Alam Gaus dan Irawadi Jambak.

Baca Juga :  DPRD Minta Pemko Psp Tertibkan Bangunan Penangkar Burung Walet
graphic4 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Kabid Pemanfaatan Hutan, Agus Salim Siregar.

Konfirmasi pers gagal total, hampir tak ada pejabat instansi kehutanan dan penegak hukum bersedia menjawab wawancara pers via long sms. Selain Kasat Reskrim Polres, AKP Wilson Pasaribu yang menyampaikan keheranannya dan menyatakan akan menyelidiki kasus penyelundupan kayu tangkapan Polres tsb, selebihnya cuma becus diam. Mulai dari Kapolres AKBP A. Rizal Engahu, Pls Kadishutkab Aswad Daulay, Kebid Pemanfaatan Hutan Dishutkab Agus Salim Siregar adem ayem bungkem melempem. Begitu pula komplotan Abdi Iswandi Harahap, Timbul Panggabean dan Aman Sipahutar tak satu pun sudi menanggapi konfirmasi pers.

Sementara sumber di BPKH Wil-2 menegaskan kasus terakhir melarikan kayu tangkapan cuma menambah perkara bagi Dishutkab dan komplotan Harahap, Panggabean dan Sipahutar. “Sesuai pengkuran kordinat GPS di lokasi Aek Bobak, areal penebangan dan pencurian kayu berada dalam areal konsesi TPL, berdasarkan Peta yang dibuat atas dasar Permenhut No. P.19/Menhut-II/2011 serta telah disahkan Dirjen Planologi”, tegas sumber di BPKH Wil-2.

graphic6 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Timbul Panggabean

Sumber lain di Mapoldasu menuturkan, “Selain penebangan di lokasi Aek Bobak dapat disebut pencurian sesuai pengaduan TPL No.Pol: LP/62/III/2013 tgl 13 Maret 2013, maka Dishutkab dapat dituduh sengaja melakukan tindak pidana memasukkan keterangan palsu ke dalam dokumen otentik, melanggar pasal 266 KUHPidana”, celoteh sumber di Mapoldasu.

Pihak managemen TPL yang dikonfirmasi pers, cuma bisa membisu mendengar kabar kelihayan komplotan mafia Pinuis Tapsel sukses membobol penjagaan Polres Tapsel. Mulai dari Direktur Juanda Panjaitan, Comunication Manager Chairuddin Pasaribu, Kord Humas Simon Sidabuke, campa manager James Tampubolon, staf humas Betmen Ritonga terbengong tak mampu menanggapi klarifikasi pers.

Baca Juga :  PN Sidimpuan Salah Vonis Orang

Paling ketus komentar beberapa kalangan lsm di Tapsel, “Alternatif dari latar belakang kasus pelarian BB kayu tangkapan tsb cuma ada dua, pertama jajaran Polres Tapsel sengaja pura-pura tidak tahu atau memang Kapolres beserta Sat Reskrim Polres Tapsel bisa dan mudah dikecoh serta dikelabui komplotan mafia Pinuss. Di lain pihak, Dishutkab jelas terlibat, karena yang menerbitkan dokumen angkut SKSKB untuk kedua tronton tsb adalah Dishutkab Tapsel”, tuding kalangan lsm di Tapsel. (ARM-H)

graphic5 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Abdi Iswandi Harahap.
graphic2 Mafia Pinus Larikan Kayu Tangkapan Polres Tapsel
Tronton angkut kayu Pinus..
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*