Mahasiswa Datangi Panitia Lelang Dinas PU Palas

Sekelompok mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Pemuda (AMP) Padang Lawas (Palas), mendatangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum Pertambangan dan Energi (PU-PE) Kabupaten Palas, Senin (6/7).
Mereka mempertanyakan, soal tidak diumumkannya semua angka penawaran, baik penawaran terendah maupun tertinggi dari masing-masing perusahaan atau kontraktor yang ikut tender. Tak hanya itu, keputusan panitia lelang memperpanjang masa evaluasi penawaran juga dipertanyakan rombongan mahasiswa itu.

Perwakilan mahasiswa yang datang ke Dinas PU Palas, di antaranya Tondi Sarasi Lubis, Ahmad Husein dan Kahar Siregar. Di Kantor Dinas PU, mereka bertemu dengan Pokja ULP Dinas PU yang juga Kabid Pertambangan dan Energi, Sarlen Ibrahim ST.

“Tadi, kami mempertanyakan, kok cuma 12 paket lelang yang diumumkan angka penawarannya dari perusahaan. Kemudian, dari 12 paket lelang itu, tiap paket lelang hanya diumumkan angka penawaran dari tiga perusahaan, padahal yang ikut lelang mencapai belasan perusahaan,” kata Tondi kepada MedanBisnis, usai pertemuan di Kantor Dinas PU, kemarin.

Untuk tahap pertama ini, sesuai pengumuman di LPSE, ada 32 paket yang dilelang. Namun, dari ke 32 paket tersebut, hanya 12 paket yang diumumkan angka penawarannya dari perusahaan.

Sementara, 20 paket lagi, angka penawarannya kosong melompong alias nihil. Padahal, LPSE ini sendiri tujuannya, agar lelang dan proses tahapannya berjalan transparan dan diketahui publik.

Baca Juga :  Pemilukada Madina; Hidayat-Dahlan Tak Terkejar

“Katanya, dia (petugas Pokja) bertanggung jawab dan tetap mengumumkan pemenang besok, ya kita tetap datang dan mengawalnya besok,” kata Tondi sembari menyinggung masa pengumuman lelang yang sudah tertunda seminggu.

Koordinator Pokja ULP Dinas PU, Sarlen Ibrahim ST saat dikonfirmasi, mengatakan, sah-sah saja ada penundaan pengumuman lelang atau memperpanjang masa evaluasi penawaran. “Tujuan kita, untuk menghindari kecerobohan,” kata Sarlen.

Terkait angka penawaran yang belum semua diumumkan, katanya, hanya dikarenakan masalah teknis saja. Sebab, dari 32 paket proyek yang dilelang, pekerjaannya mereka bagi-bagi di Dinas PU.

“Masih proses upload. Sore ini mungkin sudah di-upload. Karena, kita kan berbeda-beda timnya. Mungkin, ada yang ditumpukkannya dulu semua, baru sekali upload, ada pula yang meng-upload lebih dulu,” kata Sarlen.


(maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*