Mahasiswa Demo Kantor Wali Kota dan DPRD Padangsidimpuan Minta Indikasi Korupsi Pengelolaan Pasar Sangkumal Bonang Untuk Diselidiki

www.metrosiantar.com

DEMO- Mahasiswa yang tergabung dalam Front Pembela Jalanan (FPJ) saat melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Psp, Sadabuan, Kamis (11/3)

SIDIMPUAN-METRO; Sekitar 40-an mahasiswa yang tergabung dalam Front Pembela Jalanan (FPJ) Kota Padangsidimpuan (Psp) melakukan demo ke kantor DPRD dan Wali Kota Psp, Kamis (11/3). Mereka mendesak DPRD untuk membentuk panitia khusus (pansus) untuk menyelidiki indikasi korupsi dalam pengelolaan Pasar Sangkumal Bonang oleh pihak kedua yakni PT ATC. Kemudian meminta penjelaskan status pasar tersebut setelah diambil alih Pemko Psp sejak tanggal 13 Januari lalu.

Pantauan METRO, mahasiswa terlebih dahulu mendatangi gedung DPRD dengan membawa poster yang bertuliskan tuntutan mereka. Dalam pernyatan sikap mereka yang dibacakan M SOleh Harahap, Baginda Siregar, Tongku P Hasibuan, M Sykur Nasution, dan Ongku meminta kepada seluruh anggota DPRD Psp agar lebih pro aktif dalam menjalankan tugasnya sebagai pengawas kinerja aparatur pemerintah. Kemudian mendesak DPRD agar menyikapi permasalahan pasar Sangkumpal Bonang. Mengimbau kepada DPRD agar jangan mau dikebiri Pemko Psp.

Setelah melakukan orasi sekitar satu jam lamanya, akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB, seluruh mahasiswa di terima oleh DPRD Psp di gedung utama untuk mendengarkan aspirasi mereka.

Para mahasiswa diterima Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi, Ketua BK, Marataman Siregar, Ketua Komisi I, Khoiruddin Rambe, Ketua Komisi II, Azhari P Harahap, Darwin, dan Samiun.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa mendesak DPRD Psp untuk membuat pansus untuk menyelidiki dugaan indikasi korupsi dalam pengelolaan Pasar Sangkumal Bonang oleh pihak kedua yakni PT ATC selama ini.

Selain itu mahasiswa juga meminta kejelasan sudah sampai di manakah proses pengambilalihan pengelolaan pasar Sangkumpal Boning dari PT ATC kepada Pemko Psp yang masa perjanjiannya berakhir pada tanggal 13 Januari lalu. Mahasiswa menduga ada indikasi jika PT ATC masih ingin melanjutkan pengelolaan pasar Sangkumpal Boning.

Baca Juga :  Gol Perdana Mata Warnai Kemenangan MU atas Villa

Menyikapi aspirasi mahasiswa tersebut, Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi menyatakan, DPRD Psp sudah dua kali menyurati Pemko Psp yakni tanggal 11 Pebruari lalu untuk segera melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan dalam proses pengambialihan pengelolaan pasar Sangkumpal Boning yang harus diserahkan oleh PT ATC kepada Pemko, namun tidak ada dibalas. Kemudian disurati untuk kedua kalinya pada tanggal 10 Maret, amun tidak ada juga dibalas oleh Pemko Psp.

Untuk itu DPRD Psp meminta waktu kepada mahasiswa untuk menyelesaikan polemik ini hingga tanggal 3 April mendatang.

Sementara itu, Ketua Komisi II, Azhari menyebutkan, sebenarnya dalam pengambilalihan pengelolaan pasar Sangkumpal Boning ini, ada sekitar 9 anggota DPRD yang mengusulkan untuk dibentuk pansus yang akan terus di perjuangkan dalam pengelolaan pasar Sangkumpal Boning selama ini.

“Kami akan terus perjuangkan pansus ini, karena kami sudah memulainya,” ujarnya.

Begitu juga halnya dengan Ketua BK, Marataman Siregar juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, jika pengelolaan diambil alih oleh Pemko Psp, maka dapat meningkatkan PAD dan juga bisa lebih memaksimalkan peran dari pemerintah terhadap pengelolaan pasar Sangkumpal Boning.

Ketua Komisi I, Khoruddin Rambe menambahkan, DPRD Psp sudah bekerja dalam masalah pasar tersebut. Dipastikan DPRD Psp akan menjadikan masalah ini menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.

Usai mendengar jawaban dari anggota DPRD Psp, mahasiswa kemudian membubarkan diri dan melanjutkan aksi demonya ke kantor Wali Kota Psp dengan pengawalan ketat dari Polresta dan Satpol PP.

Di halaman kantor Wali Kota, mahasiswa kembali membacakan pernyataan sikapnya meminta kepada Wali Kota Psp untuk menjelaskan sejelas-jelasnya mengenai status pasar Sangkumpal Bonang.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Kantor DPRD Kab. Padang Lawas Sudah Rusak

Usai membacakan sikapnya, seluruh mahasiswa diterima Wali Kota Psp di aula Wali Kota di dampingi Asisten I, Rahuddin Harahap, Asisten II, Akhmad Nasution, dan Kadisperindagkop, Samakmur.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution kepada mahasiswa menjelaskan, sebenarnya saat ini tengah dilakukan kajian yang mendalam oleh Pemko Psp tentang semua aspek dalam pengambilalihan pengelolaan dari pihak kedua PT ATC oleh Pemko Psp. Tidak tertutup kemungkinan, nantinya pengelolaan pasar tersebut kembali kepada pihak kedua, jika memang jauh lebih menguntungkan.

Selain itu, jelasnya, bukanlah ada unsur kesengajaan memperlambat proses pengambilalihan pengelolaan pasar ini, melainkan dibutuhkan kajian mendalam tentang segala aspek jika pasar Sangkumpal Bonang diambil alih Pemko Psp.

Usai mendengarkan penjelasan dari Walikota Psp, mahasiswa membubarkan diri. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*