Mahasiswa Desak Kejatisu Usut Kasus-kasus Korupsi

Dua gelombang aksi unjuk rasa mewarnai kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) di Jalan AH Nasution Medan, Kamis (21/10). Kedua gelombang aksi itu masing-masing dilakukan Lembaga Kajian Studi Mahasiswa untuk Perubahan (LKSMUP) dan Forum Mahasiswa Bersama Anti Korupsi dan Penindasan Sumatera Utara (FMBAKP-SU). Mereka mendesak agar Kejatisu mengusut berbagai kasus dugaan korupsi di Sumut.

Dalam tuntutannya, LKSMUP meminta agara instansi penegak hukum memeriksa Kadis Tarukim Sumut terkait proyek Pembangunan Prasarana dan Sarana Agropolitan Sumut yang dikelola Satker P2S Agropolitan Dinas Tata Ruang dan Permukiman Sumut tahun anggaran 2007 dan 2008.

Mereka juga mendesak pengusutan proyek peningkatan Jalan Poros Desa sepanjang 2500 meter di Kecamatan Siborongborong dengan nilai kontrak Rp 775.816.000.

“Ada banyak temuan hasil audit BPK yang menyimpang. Namun hingga saat ini belum ditindak lanjuti, termasuk adanya indikasi pengadaan buku fiktif di lingkungan perpustakaan daerah senilai Rp1,2 miliar,” kata Ketua LKSMUP M Fandi dalam orasinya.

Sementara itu, FMBAKP-SU dalam tuntutannya menuntut penyelesaian dugaan korupsi pada bendeharaan umum daerah Tapsel yang mengakibatkan kerugian sebesar Rp7,99 miliar.

Mereka juga menyinggung indikasi penyimpangan dana Blog Grant Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) di Dinas Pendidikan Kota Medan senilai Rp 2,2 miliar.

“Kami minta agar dugaan-dugaan penyimpangan-penyimpangan tersebut agar diusut tuntas oleh Kejatisu, Poldasu dan penegak hukum lainnya,” paparnya.

Baca Juga :  PT. Toba Pulp Lestari Jarah Tanah Milik Rakyat di Angkola Timur

Kasipenkum Kejatisu Edi Mirsan Tarigan SH kepada pengunjukrasa mengatakan bahwa laporan tersebut akan ditindaklanjuti. “Kami akan memonitor persamalahan tersebut,” tegasnya. (rud)

Sumber: hariansumutpos.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*