Mahasiswa Desak Pembatalan Pelantikan Ali Sutan Jadi Bupati Palas

MEDAN- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pimpinan Wilayah Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (GEMA SABA) berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jl. Pangeran Diponegoro No 30 Medan, Jumat (9/11) sekitar pukul 11.45 Wib.

Dalam unjuk rasa tersebut mahasiswa GEMA SABA menuntut kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Menteri Dalam Negeri untuk membatalkan pelantikan Plt. Bupati Padang Lawas yaitu Ali Sutan Harahap sebagai Bupati Defenitif.

Mahasiswa GEMA SABA juga mendesak Poldasu dan Kejatisu untuk segera mengusut tuntas dugaan ijazah palsu Strata 1 dan perambahan hutan lindung register 8 di Sihapung dan register 40 di Siali ali yang dilakukan oleh Ali Sutan Harahap selaku Plt. Bupati Palas.

Menurut Muhamad Iqbal Situmorang selaku Koordinator Lapangan, Ali Sutan Harahap dalam masa jabatannya diduga telah banyak melakukan pelangaran-pelangaran serta  menyalahgunakan wewenangnya.

“Ali Sutan Harahap dalam masa jabatannya banyak sekali melakukan pelangaran dan menyalahgunakan wewenang,” ungkap Iqbal .

“Kita akan meninjau dan menindaklanjuti pelangaran2 yang dilakukam PLT Palas sesuai dengan tuntutan teman-teman mahasiswa.”Ujarnya.

Iqbal juga mengatakan apabila tuntutan mereka tidak di indahkan dalam waktu 3 x 24 jam maka mahasiswa akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Jika tuntutan kami tidak di indahkan dalam waktu 3 hari ini, maka kami akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar lagi,” ucap Iqbal.

Baca Juga :  Paluta Bakal Jadi ‘Kabupaten Pramuka’

Unjuk rasa yang berjalan aman dan kondusif tersebut diterima oleh  Kepala Bagian Otonomi Daerah, Basarudin Tanjung. Ia berjanji kepada mahasiswa akan meninjau kembali serta menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan Plt. Bupati Padang Lawas tersebut.

(Cr3/tribun-medan.com)

Penulis : Ayu Prasandi

Editor : Silfa Humairah
Sumber : Tribun Medan
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*