Mahasiswa Desak Pemko Tertibkan Tor Simarsayang

Rabu, 20 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

UNJUK RASA- Massa IMM saat melakukan aksi unjuk rasa di kantor Wali Kota Padangsidimpuan, Selasa (19/1)

SIDIMPUAN-METRO; Sekitar 30-an mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Kota Padangsidimpuan (Psp) melakukan aksi demo, Selasa (19/1) ke kantor DPRD dan Wali Kota Psp. Kedatangan mereka menuntut Pemko Psp segera menertibkan objek wisata Tor Simarsayang yang diduga digunakan sebagai tempat maksiat.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IMM Tapsel-Psp, Rudimansyah Ritonga dalam orasinya mengatakan, setelah keluarnya Peraturan Wali Kota (PW) nomor : 27/PW/2008 lalu yakni tentang ditetapkannya Tor Simarsayang sebagai objek wisata, namun setahun sejak diresmikan, tempat tersebut tidak tertata dengan baik dengan fasilitas yang tidak layak, bahkan diduga digunakan sebagai tempat maksiat. Kemudian tidak ada kontribusinya kepada Pemko Psp untuk pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebelum membacakan orasinya, mahasiswa sempat melakukan aksi drama teatrikal di hadapan Ketua DPRD Psp Aswar Syamsi SE, Wakil Ketua Taty Ariyani Tambunan, Hj Hamidah Batubara, Ketua Fraksi Karya Bersatu H Erwin Nasution SH, Ketua Komisi III Hamdani Nasution, Frans Mico, dan anggota DPRD lainnya, tentang kebobrokan objek Tor Simarsayang yang selama ini menurut para mahasiswa diduga digunakan sebagai lokasi maksiat.

Dalam pernyataan sikapnya yang dibacakan Ketua PC IMM Tapsel-Psp, Rudimansyah Ritonga, mereka meminta kepada DPRD Psp untuk terus mengawasi dan mengkritisi serta turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan wisata Tor Simarsayang agar tidak lagi menjadi tempat yang terkesan hanya menjadi tempat maksiat, meminta kepada DPRD Psp untuk segera menetapkan peraturan daerah (Perda) tentang objek wisata Tor Simarsayang agar lebih tertata, meminta kepada DPRD Psp untuk mempertanyakan pemanfaatan anggaran yang di poskan untuk objek wisata Tor Simarsayang dari APBD Psp tahun 2009 sebesar Rp 85 juta kepada Disporabudpar Psp karema sampai dengan saat ini belum ada terlihat realisasi pembangunan objek wisaya yang jelas, serta mengimbau kepada masyarakat untuk turut memperhatikan obyek wisata Tor Simarsayang agar menjadi wisata yang beraqidah.

Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi di dampingi anggota DPRD Psp lainnya dalam kesempatan tersebut mengatakan, mengenai Tor Simarsayang bukan yang kali pertama dijadikan perhatian dari DPRD Psp, namun sudah berulang kali. Di mana dalam waktu dekat DPRD Psp akan menyurati MUI, mahasiswa, tokoh masyarakat, Pemko Psp, Muspida Plus, dan lainnya untuk membahas dan mendengar saran dan pendapat mengenai Tor Simarsayang.

Usai menerima jawaban dari Ketua DPRD Psp, massa IMM kemudian beranjak dari kantor DPRD Psp ke kantor Wali Kota Psp dan kembali melakukan orasi. Hampir setengah jam lamanya massa berorasi di halaman kantor DPRD Psp menuntut agar dipertemukan dan membacakan pernyataan sikapnya kepada Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution.

Akhirnya Asisten I Rahuddin Harahap SH mengatakan kepada massa yang hadir bahwa Wali Kota Psp bersedia menerima perwakilan massa untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa.

Akhirnya sekitar 15 perwakilan massa diterima oleh Wali Kota Psp bersama dengan Asisten I Rahuddin Harahap, Kasatpol PP, Erwin H Harahap SSTP, Kabag Bina Mitra Polresta Psp, Kompol Darwin Efendi di aula kantor Wali Kota Psp.

Baca Juga :  Di Padangsidimpuan Harga Stabil, Permintaan Beras Menurun

Dalam kesempatan tersebut mahasiswa meminta kepada Wali Kota Psp untuk mereklamasi dan memberikan serta memperhatian fasilitas yang layak terhadap objek wisata Tor Simarsayang agar menjadi objek wisata keluarga dan menjadi andalan Kota Psp sesuai dengan peraturan wali kota nomor.27/PW/2008. Meminta kepada Wali Kota Psp untuk segera melakukan penertiban segala tempat yang diduga menjadi ajang maksiat. Meminta kepada Wali Kota Psp untuk menetapkan perda tentang objek wisata Tor Simarsayang serta meminta agar serius untuk menggunakan dana bantuan dari Asian Development Bank (ADB) dari pemerintah pusat tahun 2010 ini sebesar Rp400 juta untuk membangun dan merestrukturisasikan objek wisata Tor Simarsayang.

Wali Kota Janji Seminggu segera Ditertibkan

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Psp, Drs Zulkarnaen Nasution kepada mahasiswa berjanji dalam waktu seminggu ini akan menertibkan tenda-tenda dan kafe-kafe yang dinilai melanggar di Tor Simarsayang dan memerintahkan Satpol PP untuk segera melakukannya selama seminggu ini.

Usai mendengar janji Walikota Psp tersebut massa IMM kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Kasatpol PP Psp, Erwin H Harahap SSTP yang ditemui di kantornya, Selasa (19/1) mengatakan, pihaknya untuk langkah pertama terlebih dahulu adalah menyurati para pemilik kafe dan lain sebagainya yang ada di Tor Simarsayang yang akan dimulai, Rabu (20/1), yang mana isi surat tersebut di antaranya, jam berkunjung ke Tor Simarsayang sampai pada pukul 22.30 WIB untuk hari biasa sedangkan pada hari Kamis dan Minggu sampai pukul 23.00 WIB, pemasangan tenda hanya diperkenankan setinggi 30 centi meter, tenda harus mempunyai lampu penerangan, tenda yang berada di pinggiran atau tersembunyi harus dibongkar, tenda yang terlindungi semak-semak harus dibersihkan. Selanjutnya jika masih juga tidak dilaksanakan oleh para pemilik kafe dan tenda-tenda, maka pihaknya akan segera melakukan operasi yustisia pada tanggal 25 Januari mendatang dan akan segera melakukan tindakan tegas dengan melakukan penertiban tinggi tenda, lampu tenda, bongkar tenda yang di pinggiran dan memaksa pemilik tenda membersihkan tenda yang tertutupi semak dan lainnya.

Sementara itu usai menerima massa IMM yang melakukan aksi demo, Ketua DPRD Psp Aswar Syamsi SE, Wakil Ketua, Taty Ariyani Tambunan, Hj Hamidah Batubara, Ketua Fraksi Karya Bersatu, H Erwin Nasution SH, Ketua Komisi III, Hamdani Nasution, Frans Mico, Sekretaris Dewan (Sekwan), Drs Marwasi Lubis langsung melakukan peninjauan dan monitoring ke Tor Simarsayang yang didasari atas aksi mahasiswa, surat masyarakat, dan organisasi masyarakat terkait dengan kondisi riil Tor Simarsayang. Di mana dalam kesempatan tersebut para anggota dewan ini meninjau langsung tenda-tenda yang ada di Tor Simarsayang. Dan diakui oleh para anggota dewan bahwa sebagian tenda-tenda yang ada memang tidak patut dan ada yang di pinggiran dan lokasinya tersembunyi dan tidak terlihat dan lainnya.

Baca Juga :  Titik Rawan Jalinsum Madina Dipasang Rambu Lalin

Menyikapi hal tersebut, Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi mengatakan bahwa DPRD Psp dalam waktu dekat akan menyurati MUI, mahasiswa, tokoh masyarakat, pemuda, Pemko Psp, Muspida Plus, dan lainnya untuk membahas dan mendengar saran dan pendapat mengenai Tor Simarsayang.

Selain itu untuk penanganan dan pengelolaannya SKPD terkait harus melakukan koordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lainnya, serta juga untuk sektor PAD bahkan mereka tidak mengetahui berapa sebenarnya dari Tor Simarsayang, karena yang ada pada mereka adalah target PAD global dari Disporabudpar.

Disamping itu, dikatakannya, bahwa status Tor Simarsayang sebagai objek wisata sesuai dengan keputusan wali kota bisa saja dicabut dengan dasar jika lahan di Tor Simarsayang tidak memiliki kejelasan hukum.

“Kita tidak ingin DPRD ini terus-terusan menjadi pihak yang terhujat seolah kita diam, padahal ini sudah menjadi perhatian kita sejak lama, bahkan sebelum disahkan menjadi objek wisata. Dalam hal ini kita melihat pengawasan yang dilakukan Pemko Psp, pengelola, dan lainnya sangat kurang. Sebenarnyakan tujuannya adalah untuk menikmati Tor Simarsayang, namun dalam kenyataannya diberlakukan menjadi tempat pemuas nafsu, bahkan tidak tertutup kemungkinan tempat ini dijadikan tempat asusila. Untuk itu, ini akan menjadi perhatian serius DPRD Psp,” katanya.

Sementara itu Ketua Fraksi Karya Bersatu, H Erwin Nasution SH menambahkan, dalam setiap pandangan fraksinya selalu diutarakan mengenai Tor Simarsayang untuk menjadi bahan perbaikan kepada Pemko Psp.

Sementara itu Ketua Komisi III yang membidangi pendidikan, Hamdani Nasution berharap kepada Pemko Psp untuk lebih ketat melakukan razia dan operasi kasih sayang. Menurutnya, banyak pelajar yang lari atau bolos dari sekolah dan kemudian pergi ke Tor Simarsayang seperti yang ditemukan oleh anggota DPRD Psp yakni sebanyak 4 orang pelajar dari SMAN 7 Psp dengan pakaian seragam sedang berada di Tor Simarsayang.

“Ini harus menjadi pemikiran, operasi kasih sayang harus ditingkatkan, agar jangan ada anak-anak sekolah bolos perginya ke sini,” ungkapnya. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*