Mahasiswa Merantai Diri di Gerbang Kantor Walikota Padangsidimpuan

P. Sidimpuan, Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Birokrasi Bersih (AMMPBB) menggelar aksi merantai diri di gerbang kantor Walikota Padangsidimpuan, Jalan Sudirman/eks Merdeka Kota Padang Sidimpuan, Kamis (9/6).

Aksi nekad tersebut mereka lakukan sebagai salah satu wujud desakan agar Walikota P. Sidimpuan Drs H. Zulkarnaen Nasution mundur dari jabatannya karena dinilai tidak lagi mampu memimpin daerah ini.

Selain mengikatkan diri dengan rantai besi, mahasiswa juga membentangkan spanduk merah diatas gerbang yang bertuliskan ‘Turunkan Walikota Sidimpuan” serta sejumlah poster.

Massa AMMPBB juga melakukan aksi menggores tangan dengan pisau silet, dan darah yang mengucur dijadikan sebagai cap penderitaan masyarakat diera kepemimpinan Zulkarnaen Nasution.

“Darah ini akan terus mengalir hingga Zulkarnaen Nasution turun dari jabatannya, “ujar orator aksi Dedi Hasibuan.

Pantauan Analisa, puluhan massa AMMPBB ini tiba di kantor Walikota Sidimpuan sekitar pukul 10.00 WIB dengan mengenderai sejumlah kendaraan roda dua.

Selanjutnya, mereka melakukan orasi di depan gerbang kantor Walikota yang berisikan kritikan dan desakan mundur terhadap Zulkarnaen Nasution.

Sebenarnya, pihak Pemko melalui tim negosiator dari Polres P. Sidimpuan telah mempersilahkan massa AMMPBB untuk memasuki halaman kantor Walikota, namun tawaran tersebut ditolak mahasiswa dan lebih memilih bertahan di depan gerbang sembari membagi-bagikan selebaran kepada para pengendara yang melintas didepan kantor walikota.

Baca Juga :  Korban Banjir Madina Terima Bantuan Dari Jamsostek

Dalam selebaran tersebut, AMMPBB menyebutkan 10 poin alasan desakan mundur, yaitu infrastruktur jalan yang rusak parah diera kepemimpinan Zulkarnaen Nasution, pemindahan TPA Batu Bola yang belum teralisasi padahal anggarannya telah diplot pada tahun 2005 lalu.

Selanjutnya, banyaknya pejabat yang tersandung kasus korupsi APBD, tidak adanya usaha maksimal walikota untuk mengembalikan kerugian negara yang dikorupsikan, tidak tercapainya target PAD setiap tahun, anggaran yang APBD yang tidak pro rakyat, menggunakan APBD untuk membangun proyek-proyek mercusuar yang tidak penting seperti kolam sitataring dan tor simarsayang.

AMMPBB juga menilai jika Pemko Sidimpuan kurang bersinergi dengan DPRD, kerap menghambur-hamburkan uang rakyat untuk kepentingan pribadi dan tidak tercapainya target menjadikan P. Sidimpuan sebagai kota pendidikan.

“Perpustkaan daerah tidak ada dan dana tunjangan pendidikan bagi perguruan tinggi juga tidak pernah ada, bagaimana bisa disebut Sidimpuan sebagai kota pendidikan,” ujar Kordinator Lapangan (Korlap) Arijon Saputra, Andi Lumalo dan Dedi Hasibuan.

Dijelaskan, mereka akan menggelar aksi mengikat diri dengan rantai besi di gerbang Walikota P. Sidimpuan tersebut selama dua hari.

“Kita akan bertahan selama dua hari di gerbang ini. Semoga pengorbanan kami mendapatkan hasil yang nyata,” terang Dedi sembari menyebut jika aksi mereka murni, bukan target proyek. (hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ribuan Hektar Sawah Di Barumun Terancam Beralih Fungsi?

4 Komentar

  1. untuk membangun sebuah kota yang baru trbentuk tidaklah mudah. aplgi kota itu jauh dari pusat pemerintahan.sbgi masyarakat yg baik,yg menginginkan kmajuan kota,seharusnya kita mulai dari diri sndri untuk membantu pmbangunan kota.jika pimpinan kita salah,kita ingatkan,jika lambat,kita beri motivasi kpda beliau untuk bkrja lebih keras.jgn kita beri tekanan yang membuat kinerja menjadi lambat

  2. seharusnya tidak perlu ada demo seperti itu, karena untuk membangun sebuah kota yang baru terbentuk tidak lah mudah. apalagi kota itu jauh dari pusat pemerintahan. sebagai masyarakat yang baik, yang menginginkan kemajuan kota, seharusnya kita mulai dari diri sendiri untuk membantu pembangunan kota kita. jika pimpinan kita salah, kita ingat kan, jika lambat, kita beri motivasi kepada beliau untuk bekerja lebih keras. jangan kita beri tekanan yang malah membuat kinerja menjadi lambat

  3. Aneh juga perilaku AMMPBB ini JANGAN MENYIKSA DIRI kan yg milih WAko termasuk anda ya terima aja … kedepan masyarakat yg perlu dilakukan pemahaman politik spy tdk asal milih pemimpin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*