Mahasiswa Minta DPRD Awasi Percaloan

Kamis, 19 November 2009 – www.metrosiantar.com

awas calo cpsn

DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) beserta mahasiswa siap mengawasi proses rekrutasi CPNS Kabupaten Madina tahun 2009. Ini terkait beredarnya isu adanya calo dalam penerimaan CPNS tahun ini, di mana oknum tersebut mengiming-imingi masyarakat untuk bisa lulus dalam ujian CPNS dengan memberikan sejumlah uang.

Komitmen bersama ini lahir setelah puluhan mahasiswa melakukan aksi damai dengan mendatangi gedung DPRD Kabupaten Madina. Di mana sebanyak 80-an mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mandailing Natal Madina mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Madina, Rabu (18/11) kemarin yang terletak di komplek perkantoran Paya Loting Pemkab Madina.

Dengan membacakan pernyataan sikapnya terkait beredarnya isu adanya calo dalam rekrutasi CPNS Kabupaten Madina, Koordinator Aksi, Al Asfuri Nasution dan koordinator Lapangan, Doly Indra, dan lainnya mengungkapkan aksi yang bertujuan meminta DPRD Kabupaten Madina untuk menjalankan fungsi legislasinya sebagai pengawas kebijakan pemerintah, dalam hal penerimaan CPNS tahun 2009. Pasalnya, proses rekrutment pada tahun ini terindikasi adanya calo yang mengiming-imingi masyarakat untuk bisa diluluskan dalam ujian CPNS yang rencananya dilaksanakan tanggal 25 November depan asalkan bisa menyediakan sejumlah uang.

Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan bahwa salah satu agenda penting yng disuarakan mahasiswa pada tahun 1998 silam termasuklah penyelenggaraan negara yang bersih dari segala bentuk praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), akan tetapi mahasiswa melihat agenda penting dari tuntutan mahasiswa tersebut belum juga terlaksana, bahkan semakin menggerogoti negara ini. Mahasiswa juga menyampaikan bahwa berbagai praktek pencaloan dengan meminta sejumlah uang untuk lolos menjadi PNS atau tenaga honor, ironisnya sebagian masyarakat yang terperdaya terhadap iming-iming menjadi korban oleh oknum calo tersebut.

Melihat kondisi ini, PMII Madina melakukan aksi damai dan mengaku siap di garda terdepan dalam perjuangan reformasi dan merasa terpanggil untuk menyelamatkan masyarakat dari praktek KKN ini.

Baca Juga :  Terbukti Cemari Sungai Rukkare - Tambang Emas Martabe Diminta Bertanggungjawab

Enam poin tuntutan mahasiswa yakni meminta supaya pelaksanaan perekrutan CPNS maupun tenaga honorer dibersihkan dari segala bentuk tindak KKN, meminta kepada Pemkab Madina khusunya BKD untuk tidak menjadikan proses penerimaan CPNS sebagai ajang praktek KKN, mengimbau kepada masyarakat supaya tidak percaya terhadap segala bentuk percaloan dan iming-iming untuk diloloskan dalam penerimaan CPNS tahun ini, meminta kepada DPRD supaya benar-benar melaksanakan fungsi pengawasannya khususnya dalam penerimaan CPNS, mengimbau kepada masyarakat kalau menemukan adanya praktek KKN dan calo supaya melaporkannya ke Sekretariat PMII. PMII akan membuka posko pengaduan adanya praktek KKN dan pencaloan, serta PMII siap mengadvokasi masyarakat yang menjadi korban praktek KKN begitu juga calo dalam penerimaan CPNS tahun 2009 ini.

Aksi damai tersebut disambut dan direspon oleh Pimpinan DPRD yang diwakili oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madina beserta anggota DPRD yang lain. Di mana Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madina, Safaruddin Ansyari Nasution sebagai pimpinan rapat yang didampingi Ketua Komisi A, M Ja’far Rangkuti dan beberapa anggota DPRD lainnya yakni Ketua Fraksi Madina Bersatu, H Bahri Efendi, Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa, H M Ja’far Sukhairy, A H Maratua dalam rapat tersebut hadir juga DPRD yang lain yakni Dody Martua, H Ahmad Husein, Rahmad Risky dan Aminah Ismail, menanggapi bahwa pernyataan sikap mahasiswa tersebut sangat didukung.

“Kita mendukung sepenuhnya, tetapi adik-adik mahasiswa harus sabar dulu karena kami sebagai wakil rakyat akan membahas hal ini waktu dekat,” sebut Safaruddin.

Tanggapan Wakil Ketua DPRD ini juga ditambahi oleh ketua Komisi A, Ja’far Rangkuti bahwa DPRD Madina siap mendukung mahasiswa untuk melakukan pengawasan dalam proses rekrutasi CPNS tahun 2009 ini.

“Sampai detik ini kami mempunyai visi yang sama dengan adik-adik untuk meningkatkan supremasi hukum di Madina, dan kami sependapat dengan pernyataan sikap adik-adik. Jika terdapat pelanggaran di lapangan, semisal adanya calo, silahkan adik-adik siapkan bukti yang benar dan sampaikan ke DPRD, kita akan proses sebagaimana hukum dan perundang-undangan yang berlaku dan akan tindak lanjuti kepada yang berwajib. Kita juga rencananya akan memanggil BKD untuk membahas persoalan isu pencaloan ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Jalan Angkola Timur Tapsel Longsor

Sementara Bakhri Efendi memberikan apresiasi terhadap aksi yang dilakukan mahasiswa, hal ini terbukti dengan diajaknya para DPRD untuk turun langsung ke lokasi-lokasi ujian CPNS pada hari pelaksanaan nantinya.

“Kita tidak mau adanya proses KKN maupun calo di daerah kita, kita harus benar-benar melakukan perubahan yang signifikan terhadap daerah kita dan memberikan yang terbaik demi pembangunan Kabupaten Madina khususnya SDM-nya,” ungkapnya.

Aksi damai mahasiswa dan rapat dengan DPRD ini ditandai dengan membubuhkan tanda tangan seluruh anggota DPRD Kabupaten Madina sebagai bukti bahwa DPRD Madina siap mengawasi proses penerimaan penerimaan CPNS tahun 2009 tahun ini agar bebas KKN. (mag-02)

PostLink: https://apakabarsidimpuan.com/2009/11/mahasiswa-minta-dprd-awasi-percaloan/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. saya fikir DPRD madina sudah seharusnya bahkan mesti menjalankan fungsinya sebagai lembaga kontroling terhadap pemerintahan, dan hal itu tidak hanya sebagai wacana belaka tanpa ada tindakan yang tegas dalam pelaksanaannya. saya yakin soal calo-calo CPNS itu bukan lagi hal yang baru di Mandailing Natal yang sangat kita banggakan itu, bahkan itu menjadi rahasia umum. artinya hampir semua orang tau tapi didiamkan saja. saya sangat mendukung langkah-langkah teman-teman dari PMII madina tersebut, mahasiswa sebagai agen perubahan harus selalu mengetok pintu hati para pemimpin dan wakil rakyat untuk menjalankan apa yang telah diamanatkan kepada mereka. satu pesan buat Pemerintah dan Wakil Rakyat, bahwa hari kematian pasti akan datang, dan pasti ada perhitungan dihari kemudian. salam perjuangan……..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*