Mahasiswa Tabagsel di Mesir Masih Aman

mesir rusuh raharjacyber net Mahasiswa Tabagsel di Mesir Masih AmanGejolak politik yang terjadi di Mesir menjadi perhatian dunia, khususnya Indonesia. Karena, banyak mahasiswa yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Mesir.

Para orangtua di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) mengkhawatirkan kondisi itu. Karena, se bahagian besar mahasiswa di Mesir berasal dari wilatah Tabagsel yang meliputi Kabupaten Tapsel, Kabupaten Madina, Kota Padangsidimpuan, Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

Namun, rasa cemas para orangtua sedikit terobati. Informasi yang dihimpun dari mantan Ketua Perhimpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir periode 1995-1999, Zulkarnen Nasution, kondisi mahasiswa Tabagsel aman.

“Jumlah pelajar Tabagsel di Mesir yang tergabung dalam wadah Keluarga Pelajar Tapanuli Selatan (KPTS) sekitar 200 orang. Alhamdulillah semuanya aman,” kata Zulkarnaen, tadi malam.

Zulkarnaen menjelaskan, pelajar Indonesia di Mesir tidak terlibat politik praktis, karena sejak dulu pemerintah Indonesia melarangnya. Komunikasi dengan penduduk Mesir berjalan harmonis. Bahkan saat Indonesia mengalami krisis moneter, warga Mesir-lah yang membantu keterlanjutan pendidikan pelajar kita.

Sementara Muhammad Idris Rangkuty, warga Desa Aek Marian, Kecamatan Tambangan mengaku resah, karena empat putra-putrinya, Zulkarnaen Rangkuti, Samuel Hasan, Siti Sulhani, dan Yusri Halimah, sedang bersekolah di Mesir.

Sampai saat ini ia belum bisa komunikasi dengan anak-anaknya, karena jaringan telefon selular mengalami gangguan. Diakui, kontak terakhir dengan anak kedunya, Samuel Hasan, sekitar sepekan yang lalu.

Baca Juga :  SMKN 1 Padangsidimpuan Rayakan Natal

“Saat kami bicara, Samuel mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja dan ketika itu belum ada kabar terjadi kerusuhan. Secara peribadi walaupun dikabarkan aman, saya sangat resah dan takut terjadi hal-hal tidak diinginkan,” ucapnya.

Atas kondisi itu, Pj Bupati Madina Aspan Batubara mengaku pihaknya sudah menghubungi KBRI. Kemudian berkoordinasi dengan warganya yang lulusan Mesir.  Sejauh ini kondisi 50 mahasiswa asal Madina di Mesir masih dalam kondisi aman.

Pj Bupati Madina mengimbau warganya yang memiliki anak atau saudara di Mesir, agar tidak risau dan tetap berfikiran tenang. Karena Pemkab Madina terus mengikuti perkembangan di Mesir, khususnya terhadap pelajar. (waspada.co.id.)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*