Mahasiswa Tuntut Kadisdik Tapsel Dicopot – Kantor Bupati & Disdik Tapsel Dilempar Telur Busuk

17209861be8d4982bbd78d53b3f6bf5f44518020 Mahasiswa Tuntut Kadisdik Tapsel Dicopot Kantor Bupati & Disdik Tapsel Dilempar Telur Busuk
[Foto: Parningotan]
Mahasiswa melempari kantor Dinas Pendidikan Tapsel di Jalan Soripada Mulia Sadabuan Psp Utara, dengan telur busuk, Rabu (23/1).
TAPSEL – Puluhan mahasiswa kembali berunjuk rasa ke kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) menuntut Kadis Pendidikan Tapsel M Ikhsan Lubis dicopot. Dalam aksi kemarin (23/1), massa sempat melempari Kantor Bupati dan Disdik Tapsel dengan telur busuk.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) dari enam Lembaga Sosial mengawali aksinya dengan longmarch mengendarai roda dua dari Kampus Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS). Massa mendatangi kantor Bupati di Jalan Kenanga Padangsidimpuan (Psp), guna menuntut agar Kepala Dinas Pendidikan Tapsel segera dicopot dari jabatannya.

Pasalnya, ada beberapa indikasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan proyek Blok Grand di Kabupaten Tapanuli Selatan banyak yang diselewengkan. Seperti pembangunan gedung baru SMP Negeri 5 Kecamatan Angkola Timur yang menelan anggaran hingga Rp1,7 M yang dinilai sarat dengan penyelewengan.

Juga gedung SDN 101460 Aek Nabara Kecamatan Marancar yang juga terindikasi peyelesaian pengerjaannya terlambat. Massa yang kecewa karena tidak kunjung diterima oleh Bupati Sahrul M Pasaribu, melempari Kantor Bupati dengan telur busuk.

Di kantor bupati, koordinator aksi Amir Hamzah Harahap dan Andi Lumalo Harahap dalam orasinya mengatakan, Bupati Tapsel Sahrul M Pasaribu dalam kepemimpinannya dinilai telah gagal membuat Tapsel menjadi barometer kabupaten pendidikan. Padahal masa kampanye Syahrul berjanji akan meningkatkan pendidikan Tapsel.

Namun, fakta di lapangan melalui investigasi enam lembaga (LSM-PIN, LSM-LIRA, LSM-SOCPADE RI, LSM-YLKMI, AMPBB, FORMAT) ternyata masih banyak sekolah yang tertinggal dan tidak layak pakai. Bahkan dari amatan METRO proyek DAK Tapsel merupakan yang paling buruk dan tidak selesai seratus persen dibanding dengan kabupaten/kota lainnya di Tabagsel.

Baca Juga :  Ingin Beli Jajanan Tiga Bocah Tewas Ditabrak Mobil

Dari hasil investigasi juga, masih banyak sekolah dalam pengerjaan DAK yang masih bekerja dan belum selesai begitu juga proyek Blok Grand yang terbengkalai yang diduga ada keterlibatan anggota DPRD Tapsel sebagai pemborong proyek.

Di samping Bupati Syahrul dan Kadis Ikhsan Lubis sebagai pelaksana proyek juga kepada Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Disdik Tapsel Idris yang diduga ada keterlibatannya dalam proses lobi melobi Kepala Sekolah.

Diduga, Kabid ini mengutip persenan dari tiap Kepala Sekolah. Massa geram dengan sikap Kadis dan Kabid tidak hadir di Kantor, sehingga massa melempari kantor Dinas Pendidikan Tapsel dengan telur busuk.

Pada dasarnya dunia pendidikan adalah tugas nyata dan kewajiban bagi pemerintah oleh karena itu pemerintah harus cermat dan bijak menyikapi persoalan pendidikan. (tan)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Seharusnua Kadis Diknas menjelaskan permasalahnnya kepada pendemo.. mereka mungkin kurang infonya.. dana DAK Pendidikan memang selalu terlambat juknisnya dan boleh nyebrang Tahun Anggaran namun harus sesuai dgn ketentuan.. Adek2 Mahasiswa MONITOR terus memang dana DAK sangat rawan utk di manipulasi.. coba adik2 dapatkan Laporan realisasi penyerapan dana dai Pemkab ke kementerian keuangan sering di mark up dan tahun depannya proyeknya amburadul dan satu lagi coba adik2 dapatkan kontrak alat peraga bandingkan dengan harga pasar jadi adik2 dapatkan dulu fakta baru nyerodok.. selamat berjuang demi terwujudnya pemerintahan yang bebas KKN

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*