Mahasiswa Tuntut Transparansi Pengelolaan APBD – Pocong & Keranda Ikut Demo DPRD

SIDIMPUAN- Ada yang berbeda di DPRD Kota Padangsidimpuan, kemarin siang. Sekitar pukul 14.30 WIB, halaman rumah wakil rakyat ini dipenuhi puluhan orang yang membawa poster dan spanduk. Di antara mereka, tampak dua pocong dan keranda.
Puluhan orang yang mebawa spanduk itu, tak lain tak bukan adalah mahasiswa yang tergabung dari beberapa perguruan tinggi di Tapanuli Bagian Selatan, seperti STAIN, STIE, STIT-PL Paluta, BEM-SI, serta forum mahasiswa Psp, Rabu (21/9). Kedatangan mahasiswa ini menuntut DPRD transparan dalam mengelola APBD.

Orator aksi, Sumarto Pohan dan Asrul Nasution serta koordinator lapangan, Sahminan, menegaskan, pernyataan sikap mereka terdiri dari 7 poin, yakni, meminta pembentukan tim tranparansi APBD Kota Psp, membersihkan segala bentuk pidana korupsi dari rancangan APBD, melakukan penghematan APBD untuk biaya lokasi rutin setiap tahunnya, mengalokasikan 70 persen APBD untuk pembangunan berbagai sektor perekonomian masyarakat, mengalokasikan APBD untuk perbaikan sarana dan prasarana, mengalokasikan untuk menyejahterakan masyarakat arus bawah, dan membuka diskusi publik dengan masyarakat tentang rancangan APBD setiap tahunnya.

Aksi unjuk rasa mahasiswa ini mendapatkan pengawalan ketat dari personel Polres Psp. Dalam aksinya, mahasiswa membawa dua pocong dan satu keranda yang diletakkan di lantai masuk kantor DPRD Psp. Aksi ini menjadi tontonan para pegawai di sekretariat DPRD Kota Psp.

Mahasiswa sempat bertahan sekitar 2 jam di halaman kantor DPRD Psp. Saat memulai aksi demo, mahasiswa sempat bersitegang dengan Kasat Samapta, AKP E Simamora dan Sekwan, Ahmad Faisal Hasibuan, yang mengatakan Ketua DPRD Psp tidak berada di tempat. Sedangkan anggota DPRD lainnya sudah pulang, sehingga tidak ada yang bisa menerima mahasiswa.
Mahasiswa kemudian mengancam akan membakar poster yang mereka bawa dan keranda, namun dihalangi oleh petugas Polres Psp. Selanjutnya ketika Wakapolres Psp, Kompol Maradolok Siregar datang dan melakukan koordinasi dengan Sekwan dan mahasiswa, akhirnya disepakati mahasiswa akan diterima aspirasinya, hari ini Kamis (22/9) oleh DPRD Psp. “Kita tunggu saja janji Sekwan,” kata mereka kepada METRO usai aksi unjuk rasa. (phn)

Baca Juga :  Masyarakat Bina Sari/KTAN Kelompok Tani Andalan Napa Mendemo PT OPM/ANJ Siais

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*