Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor Walikota Sidimpuan – Minta Usut Korupsi Di Pemko

Puluhan mahasiswa mengatasnamakan Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Tapanuli Selatan-Kota Padangsidimpuan dan Aliansi Mahasiswa, Masyarakat Pemberantasan KKN (AMMP KKN) berunjuk rasa di halaman Kantor Walikota P.Sidimpuan Jalan Sudirman, Selasa (11/5).

Mereka mendesak penuntasan kasus dugaan korupsi Rp 4,4 miliar di Sekretariat Pemerintah Kota Padangsidimpuan dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya.

Dalam orasinya mereka mendesak agar aparat penegak hukum segera menangkap dan memproses secara hukum seluruh pejabat yang diduga telah melakukan tindakan korupsi.

Setelah bernegoisasi massa diperbolehkan berorasi di depan pendopo kantor walikota dan dua pejabat Pemko masing-masing asisten I Rahuddin Harahap dan asisten II Akhmad Nasution bersedia menerima massa untuk berdialog.

Kepada massa, asisten I Rahuddin Harahap menyampaikan apresiasi atas kepeduliannya turut melakukan kontrol sosial terhadap pemerintah. Namun, dia juga berharap agar mahasiswa tetap melakukan aksinya dengan tertib dan jangan sampai berbuat anarkis.

Dikatakan Rahuddin, saat ini kasus dugaan korupsi dana APBD Kota Padangsidimpuan tahun 2007 Rp 4.468.100.000, dan dugaan korupsi di SKPD lainnya sedang dalam proses penyelidikan dan pemeriksaan aparat penegak hukum baik kepolisian dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Usai mendapat jawaban, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib dan melanjutkan aksi demo ke kantor kejaksaan negeri Padangsidimpuan. Mahasiswa hanya berorasi sebentar dan langsung menyerahkan laporan pengaduan tentang adanya dugaan proyek piktif di Dinas Pendidikan Tapsel berupa pembangunan/rehabilitasi 5 Sekolah Dasar Rp1,3 miliar dengan rincian Rp 264 juta per sekolah.

Baca Juga :  Menangkap Pelaku Pengeroyokan di Manegen Padangsidimpuan, 1 Warga Tertembak, Mobil Polisi Dirusak

Laporan itu diserahkan Saharuddin Sahala dan diterima Kasi Intel Polim Siregar karena Kejari sedang tidak berada di tempat.

Kepada kasi intel, mahasiswa mengatakan agar laporan itu segera ditindaklanjuti dan bahkan memproses seluruh pejabat dinas pendidikan Tapsel yang terlibat dalam proyek piktif tersebut.

Usai menyerahkan berkas laporan tersebut massa akhirnya membubarkan diri sembari berjanji jika dalam kurun waktu 10 hari mendatang belum ada perkembangannya, kami akan kembali datang ke kejaksaan dengan membawa massa dalam jumlah yang jauh lebih besar. (hih)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=54588:mahasiswa-unjuk-rasa-di-kantor-walikota-sidimpuan&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*