Mahasiswi Mesum Di Padangsidimpuan Digerebek

Polres Kota Padangsidimpuan meningkatkan kegiatan rutin dengan merazia hal-hal yang berbau penyakit masyarakat. Sasaran utama adalah kafe-kafe berbau ‘maksiat’ yang sudah meresahkan warga Padangsidimpuan.

Dalam dua hari terakhir, sudah 53 pasangan muda-mudi berlainan jenis yang diamankan di dalam pondok tertutup milik kafe-kafe di Simarsayang dan sekitar Jalan Sidimpuan Bay Pass.

Polresta mengamankan 47 pasangan remaja atau muda-mudi dari pondok di Tor Simarsayang. Sementara empat pasang dari Simarsayang dan  dua dari kafe Pak Kumis.

Kegiatan dipimpin Kapolresta AKBP Andi Syahriful Taufik, turut disertai Wakil Walikota Padangsidimpuan Maragunung Harahap, Ketua DPRD Azwar Syamsi Lubis, Kasdim 0212/TS Mayor Kav Sudradjat Dirgahayu, Wadanyon 123/RS Mayor Inf Sitanggang, Komandan Sub Denpom.

Juga diikuti Ketua MUI Ahmad Syaukani, Rektor UMTS H Michwar Zaini, mewakili Rektor UGN, Ketua STAIN, Kadis Nakertransos, Kadispora Budpar, para camat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat Padangsidimpuan.

Kapolresta menggelar rapat koordinasi bersama seluruh unsur Muspida Plus, pimpinan perguruan tinggi, MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan insane pers. Selanjutnya semua peserta bergerak ke lokasi wisata alam di bukit Tor Simarsayang guna merazia ratusan pondok tertutup.

“Pasalnya, sudah banyak laporan tentang keresahan warga atas keberadaan pondok itu kepada Kapolresta. Begitu tiba di kafe yang berada tepat di tengah tanjakan menuju puncak Tor Simarsayang, tim berhenti dan bergerak cepat menuju pondok-pondok yang sudah diselubungi kain dan plastik,” kata Andi, pagi ini.

Baca Juga :  Pemko Padangsidimpuan Diminta Tunda Pemekaran Kecamatan

Disana tim menemukan tiga pasangan muda mudi berlainan jenis sedang ‘dilanda asmara’. Salah satu dari tiga pasangan yang belum terikat pernikahan itu digerebek saat melakukan hubungan intim. Sementara anggota tim gabungan yang menggerebek ketiga pasangan itu  termasuk Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) Michwar Zaini.

Rektor sangat terkejut begitu tahu dua dari tiga pasangan itu adalah mahasiswinya. Paling mengejutkan lagi, ternyata mahasiswi itu tidak mengenal rektornya sendiri. Selanjutnya Rektor UMTS menyita kartu mahasiswa kedua mahasiswanya itu. Kemudian memerintahkan anggotanya mencatat nama dan jurusan mahasiswa yang digerebek.

Begitu tahu yang menggerebeknya itu rektornya, salah seorang mahasiswi yang mengaku tinggal di komplek BPDSU Sadabuan menangis. Dia minta ampun agar tidak dipecat dari UMTS dan perbuatannya tidak dilaporkan kepada orangtuanya. Meski demikian, ketiga pasangan itu tetap diboyong ke Mapolresta Padangsidimpuan. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. Perbuatan yang tidak bermoral dan berpendidikan. Ini merupakn tanggungjawab kita semua… terutama para dai/aktivis dakwah yang ada di pasid..

    • sseharusnyA Tindakan yang tidak bermoral seperti itu harus di perhatikan betul, dan bila perlu di berikan hukuman agar si pelaku marasa jerah akan perbuataan nya,,,,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*