Maheder Hasibuan – Bocah Warga Dusun Sialaman Julu Dengan Kepala Membengkak Butuh Perhatian

7494773467ef8bfb4ee8ad78f722ea61a641aea Maheder Hasibuan Bocah Warga Dusun Sialaman Julu Dengan Kepala Membengkak Butuh Perhatian
Maheder Hasibuan

Maheder Hasibuan (6,5), anak dari pasangan suami istri (pasutri) Fajar Hasibuan (39), dan Mawar Siregar (34), mengalami pembengkakan di bagian kepalanya yang diduga kuat hydrocephalus. Warga Dusun Sialaman Julu, Desa Sialaman, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) ini membutuhkan perhatian dan dermawan.

Amatan METRO, Minggu (9/1), kondisi kepala membengkak yang dialami murid kelas I SD tersebut sudah sangat jelas mengganggu dan tidak sesuai lagi dengan tubuhnya. Namun, bungsu dari tiga bersaudara anak dari petani ini masih mudah diajak bicara dan terlihat lincah dan bermain normal layaknya anak seusianya.

Mawar Siregar, ibunda Maheder kepada METRO, Minggu (9/10) mengatakan, pembengkakan di bagian kepala yang dialami putra ketiganya tersebut dibawa sejak lahir. Menurut keterangan pihak medis yang pernah menangani Maheder menyebutkan, di bagian kepala anaknya ada cairan yang menjadi penyebab pembengkakan tersebut.

“Ketika dalam kandungan tak ada kelainan, namun ketika lahir memang tampak kepalanya lebih besar dari normal. Mulanya kami merasa itu hal biasa dan akan susut dengan sendirinya. Namun ternyata setiap tahun kondisinya semakin bertambah besar. Ketika menginjak usia 5 tahun, dia sudah pernah ditangani medis hingga ke Rumah Sakit Pirngadi Medan. Namun entah mengapa tidak jadi dioperasi. Cuma menurut pemerikasaan ada kelenjar cairan di bagian kepalanya, sehingga membuat kepala anak kami semakin lama semakin besar,” terangnya.Diutarakan Mawar, kondisi kepala putranya yang membesar tersebut tidak pernah menganggu keseharian anaknya. “Cuma sewaktu kecil dia menangis terus,” pungkasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Wajib Miliki Akta Kelahiran

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Tapsel, H Rusdy Ramadhan Harahap MM yang juga melihat kondisi Maheder kepada METRO, Minggu (9/1) mengaku sangat prihatin dengan kondisi bocah tersebut. Dirinya sebagai wakil rakyat akan berupaya membantu semampunya agar Maheder tetap mendapat perhatian dari pemerintah.

“Kita upayakan agar mendapat perhatian serius dari berbagai pihak terutama pemerintah. Kalaupun si anak tersebut tak dioperasi, tapi ada perhatian untuk dibantu,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapsel, Sarmadhan Harahap APt melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK), dr Sri Khairunnisa mengatakan, jika berdasarkan ciri-ciri yang dialami Maheder, diduga kuat bocah tersebut mengidap hydrocephalus. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*