Main Mercon, Murid SD Terbakar

Lubuk Pakam, Sembari terus menangis kesakitan, Senin (08/08/2011) malam, Robby Ansyari (14) bocah lelaki asal Dusun VI, Desa Dalu X A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, diboyong pihak keluarganya ke IGD RSU Deli Serdang. Sekujur kulit paha kaki sebelah kanan hingga bagian bokong bocah lelaki itu melepuh akibat terjilat api.

Makanya begitu tiba di ruang IGD, petugas medis setempat langsung mengoleskan salep pendingin luka bakar ke bagian kulit paha serta bokong Robby yang terluka. Setelah itu beberapa jenis obat lainya termasuk obat penahan rasa sakit diberikan kepada bocah yang masih duduk dibangku kelas 3 sekolah dasar itu.

Setelah itu Robby yang terus ditunggui ibunya Nurhayati (43) baru terlihat bisa diam dan bahkan begitu luka yang dideritanya dikipasi oleh ibunya, Robby pun tampak mulai memejamkan matanya. Apa pula sebabnya bocah lelaki itu terbakar? Nurhayati sendiri saat ditanyai tidak mengetahui pasti sebabnya putranya itu menderita luka bakar.

Namun menurut keterangan beberapa jiran tetangganya bilang kalau Robby menderita luka bakar akibat bermain mercon bersama teman-temannya. Nurhayati sendiri tidak mengetahui pasti apakah akibat mercon yang dilemparkan teman-temannya atau akibat mercon yang di bakar oleh Robby sendiri. Meski begitu Nurhayati bilang dirinya tidak mempermasalahkan hal itu.

Sementara itu, karena luka bakar yang dideritanya, hingga kini bocah lelaki itu masih harus dirawat di Rumah Sakit milik Pemkab Deli Serdang itu. Robby juga sepertinya tidur harus dengan posisi telungkup, sebab kulit bagian bokong bocah lelaki itu seluruhnya melepuh. (BS-028)

(beritasumut.com)

This content is 6 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
SHARE : facebook Main Mercon, Murid SD Terbakargoogle Main Mercon, Murid SD Terbakartwitter Main Mercon, Murid SD Terbakarlinkedin Main Mercon, Murid SD Terbakaremail Main Mercon, Murid SD Terbakarprint Main Mercon, Murid SD Terbakar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*