Makam Kuburan Etnis Tionghoa SadabuanPanyanggar Dipasang Plang Merek Hak Milik Oleh Masyarakat dan Keturunan Oppu Napotar

Pemasangan Plank Oleh Masyarakat dan Keturunan Oppu Napotar.

Sebanyak tiga titik plang merk hak milik dipasang oleh masyarakat dan keturunan Oppu Napotar Panyanggar diseputaran kuburan etnis tionghoa  Sadabuan.ratusan massa yang dihadiri tokoh adat panyanggar,hatobangon,naposo bulung,satgas forum komunikasi keturunan oppu napotar ,beserta ibu-ibu.

Menurut salah satu keturunan oppu napotar Drg.Pinayungan Harahap,M.Kes yang di jumpai awak media on line mengatakan setelah beberapa kali kecewa tidak menemukan titik temu antara keturunan oppu napotar dengan pengurus makam gotong royong makanya pemasangan tiga titik plang merk hak milik ini dilakukan,padahal kami sangat koperatif untuk duduk bersama namun sepertinya pengurus makam gotong royong tidak ada I’tikad baik untuk menyelesaikan masalah yang ada.kami sudah jenuh dan bosan akan sikap mereka,padahal menurut kami masalah pinansial atau materi bukan yang terpenting kami pun sanggub membangun apa saja yang ada diatas lahan kami tersebut,tanah adat itu tidak bisa diukur dengan uang itu adalah harkat martabat keturunan oppu napotar katanya dengan mimik muka kesal bercampur kecewa.untuk itu kami meminta kepada pemerintah kota padangsidimpuan juga para Dewan Perwakilan Rakyat DPRD untuk dapat mempasilitasi permasalahan ini.

Sementara itu pengurus makam gotong royong Rudi Hermanto yang juga salah satu anggota DPRD kota padangsidimpuan ketika hendak di konfirmasi tidak berhasil dijumpai di rumahnya di jalan tamrin kota padangsidimpuan.

Baca Juga :  MPI Paluta: Tangkap Bandar Togel ... !

(mara iman rambe)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. kompleks makam tersebut sudah puluhan tahun ada, orang bilang “kuburan cino”, kog baru sekarang di claim sebagai tanah adat ? marsapa majolo ba kawan …..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*