Makan Ini supaya Kolesterol “Jahat” Turun dengan Cepat

KACANG ALMOND

Kolesterol "jahat" atau low density lipoprotein (LDL) berperan besar dalam meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Bahkan, menurut American Heart Association, kadar LDL memberikan pengaruh lebih besar dibandingkan dengan kadar kolesterol total.

Kadar LDL yang optimal adalah di bawah 100 miligram per desiliter. Untuk menjaga kadarnya tetap di bawah batas ini, maka seseorang perlu membatasi faktor risiko, seperti menerapkan pola makan yang sehat dan olahraga teratur. Selain itu, ada pula makanan-makanan yang dapat membantu menurunkan kadar LDL secara cepat.

1. Makan kaya serat
Serat larut merupakan alat paling efektif untuk menurunkan kadar LDL dalam tubuh. Ini karena serat dapat mengikat kolesterol dan secara efektif akan mengeluarkannya melalui sistem pencernaan sebelum kolesterol beredar di seluruh tubuh.

Kacang-kacangan merupakan sumber serat larut yang kaya. Makanan lain seperti oat dan biji-bijian utuh lainnya, atau buah-buahan, seperti apel, jeruk, stroberi, dan anggur, juga mengandung serat larut.

2. Kacang
Kacang dan minyak mengandung lemak yang dapat melawan penumpukan LDL. Studi membuktikan, efek menurunkan kolesterol dalam kacang berhubungan dengan profil asam lemak yang dimilikinya. Konsumsi sekitar 28 gram kacang lima kali seminggu dapat berdampak pada penurunan risiko penyakit kardiovaskular yang signifikan.

3. Ikan berlemak
Ikan berlemak dapat menurunkan kadar LDL dan trigliserida ketika dikonsumsi dua hingga tiga kali seminggu untuk menggantikan daging. Pilihan ikan berlemak yang baik adalah salmon, tuna, atau sarden. Selain itu, kandungan asam lemak omega-3 pada ikan dapat membantu melindungi jantung.

Baca Juga :  3 Alasan kenapa tidak boleh tidur dengan hewan peliharaan

4. Bawang putih
Bawang putih secara unik membantu melawan oksidasi kolesterol LDL. Sebuah studi menemukan, LDL yang teroksidasi dapat mempercepat disfungsi vaskular. Sementara konsumsi bawang putih dapat mencegah pengerasan arteri yang disebabkan penumpukan plak karena peningkatan resistensi terhadap oksidasi LDL. / KOMPAS.com

Sumber : LiveStrong

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*