Makin Pedas, Harga Cabai Dorong Inflasi di Sumut

MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, tingkat pergerakan harga di Sumatera Utara pada Februari 2013 lalu mengalami inflasi sebesar 0,78 persen.

Inflasi tersebut dibentuk dari agregat tingkat pergerakan harga di empat kota yang menjadi kota dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumut, yang seluruhnya mengalami inflasi. Yakni Medan sebesar 0,8 persen, Pematang Siantar 1,16 persen, Sibolga 0,12 persen, dan Padang Sidempuan sebesar 0,12 persen.

Di Medan, inflasi sebesar 0,8 persen didorong oleh kenaikan harga sejumlah komoditas penting. Di antaranya cabai merah, tarif SLPT, harga ikan kembung dan ikan tongkol, tarif listrik, harga bawang merah, dan harga beras.

Adapun dengan peran mencapai 83 persen pada tingkat harga di Sumut, inflasi yang terjadi di Medan tentunya berdampak besar pada inflasi di Sumut secara keseluruhan. Di Medan, inflasi utamanya didorong oleh kenaikan harga cabai yang mencapai 47,7 persen. Sehingga kenaikan harga cabai ini, dapat pula disebut sebagai pendorong utama inflas di Sumut.

“Inflasi kita di Februari lalu mencapai 0,78 persen. Pendorong Utamanya kenaikan harga cabai sebesar 47,7 persen, lalu ada tarif SLTP yang naik 13,61 persen, harga ikan kembung naik 10,85 persen, tarif listrik naik 3,6 persen, harga bawang merah naik 12,43 persen, harga beras naik 0,94 persen dan harga ikan tongkol naik 7,13 persen,” papar Kepala BPS Sumut Suharno, dalam keterangan persnya, Jumat (1/3/3013).

Baca Juga :  Kajatisu Beri Informasi Menyesatkan?

Suharno menambahkan, Inflasi yang terjadi pada Februari 2013 lalu, telah menyebabkan laju inflasi tahunan (yoy) di Sumut mencapai 5,17 persen. Sementara itu, untuk laju inflasi kumulatif Sumut di 2013, Inflasi di Februari lalu telah mendorong peningkatan inflasi menjadi 2,19 persen.

“Kalau masing-masing kota, inflasi kumulatifnya secara keseluruhan telah mencapai di atas dua persen. Medan 2,02 persen, Pematang Siantar 3,19 persen, Sibolga 3,9 persen dan Padang Sidimpuan 1,59 persen. Angka Agregatnya untuk sumut 2,19 persen, dengan laju inflasi yoy 5,17 persen,” tambahnya.

Sekadar diketahui, dari 16 kota IHK di Pulau Sumatera, seluruh kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi
terjadi di Lhokseumawe sebesar 1,78 persen, dan inflasi terendah terjadi di Sibolga sebesar 0,12 persen.

Sementara di Indonesia, dari 66 kota yang diamati IHK-nya), sebanyak 60 kota mengalami inflasi, dimana inflasi tertinggi terjadi di Jayapura sebesar 3,15 persen dan inflasi terendah terjadi di Sibolga sebesar 0,12 persen. Sedangkan enam kota mengalami deflasi, di mana deflasi tertinggi terjadi di Ambon sebesar 2,29 persen dan deflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 0,01 persen. (ade)

okezone.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Terkait Insiden Naga Juang, DPRD Segera Panggil Kapolda Sumut

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*