Malaria Serang Tabuyung, 1 Tewas

TABUYUNG- Sejak dua pekan terakhir, sejumlah warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diserang malaria. Bahkan, penyakit yang disebabkan nyamuk anopheles ini telah menelan satu korban jiwa. Denip (35), salah seorang warga Tabuyung yang saat ini dirawat di RSU Permata Madina Panyabungan, Rabu (27/4), mengaku positif menderita penyakit malaria. “Malaria telah terjadi sejak dua pekan terakhir. Dan sudah ada yang meninggal akibat malaria itu,” kata Denip saat ditemui METRO.

Dikatakannya, penyakit itu mulai menyerang masyarakat sejak dua minggu terakhir. Satu per satu warga yang bekerja di salah satu perusahaan terjangkit malaria dan belum diketahui pasti apa penyebabnya. “Berdasarkan hasil analisis dokter, saya terkena malaria,” ujarnya pelan. Awalnya, kata Denip, ia merasa pusing kepala, lalu tubuhnya menggigil, lemas dan disertai ngantuk. “Kemudian saya periksa ke mantri. Selanjutnya, disarankan untuk berobat ke rumah sakit. Setelah diperiksa dokter, saya positif malaria,” terang Denip.

Diakuinya, sampai saat ini pihak terkait belum melakukan tindakan pencegahan di lingkungan masyarakat. Namun, pihak perusahaan tempat dia bekerja sudah melakukan penyemprotan tapi hanya di wilayah perusahaan itu saja. “Belum ada tindakan dan pencegahan dari pemerintah, tapi pihak perusahaan sudah menyemprot lingkungan tempat tinggal warga,” ujarnya. Denip berharap kepada Pemkab Madina supaya melakukan penanganan segera agar penyakit malaria tidak menelan korban lagi.

Baca Juga :  Pileg 2014 di Sidempuan Aman dan Lancar

Sementara itu, Pj Bupati Madina Aspan Batubara, melalui Kepala Kantor Penanggulangan Malaria Dr Syarifuddin Nasution, saat dihubungi METRO membenarkan wabah malaria yang menyerang Desa Tabuyung. Menurut Syarifuddin, sebelumnya Muara Batang Gadis bukan endemis malaria, oleh sebab itu pihaknya tak memprediksikan kejadian ini. “Muara Batang Gadis itu bukan daerah endemis malaria maka awalnya kita heran, meski begitu anggota sudah berada di lapngan untuk memastikannya,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, Senin (2/5) pekan depan Kantor Malaria Madina bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara akan turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel darah. “Dan apabila positif ada wabah malaria di situ, akan dilakukan pengobatan dan pembasmian dengan melakukan pemyemprotan semaksimal mungkin,” sebut Syarifuddin yang mengaku sedang berada di Medan mengikuti rapat dengan Dinas Kesehatan Provsu. “Kebetulan saya lagi di Medan, usai memeroleh kabar itu saya langsung laporkan ke Dinas Kesehatan dan pekan depan mereka akan turun ke Tabuyung,” tandasnya. (wan/ann)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*