Malaysia Ancam Larang Warganya ke Indonesia

Hubungan diplomatik Indonesia-Malaysia kembali memanas. Meski Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa bersikap lembek terkait penahanan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) oleh kepolisian Tanah Tinggi, Johor, sebaliknya, pihak Malaysia nekat bereaksi keras. Melalui Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah, mereka bahkan mengancam akan mengeluarkan travel advisory (saran perjalanan yang mengimbau warganya tidak terbang ke Indonesia).

Media-media Malaysia membeberkan kalau pemerintah di sana mulai kehabisan kesabaran terakait aksi demontrasi di Kedubes Malaysia, di Jakarta.

Datuk Seri Anifah mengecam dan meminta Indonesia bertindak tegas terhadap berbagai aksi unjuk rasa itu. Misalnya, pelemparan kotoran dan pembakaran bendera Malaysia oleh demonstran. Anifah dengan tegas mengingatkan bahwa hubungan Indonesia-Malaysia bakal menurun jika situasi di Indonesia memburuk.

“Kami akan memantau situasi. Jika perlu, kami akan mengeluarkan sebuah travel advisory,” kata Anifah dalam konferensi pers Rabu (25/8). Anifah kembali mengkritik kalau Malaysia tak ingin menjadi korban akibat masalah politik di Indonesia.

“Mereka memiliki masalah politik dan rumah tangga mereka sendiri di Indonesia. Tapi kita tidak ingin Malaysia menjadi korban,” tegas Anifah. Karena itu, Anifah memerintahkan Kedubes Malaysia dan Konsulat Malaysia memperketat pengamanan. “Mereka harus menaruh semacam blokade sehingga obyek yang dibuang tidak akan mencapai kedutaan,” katanya.

“Kita tidak memaafkan apa yang Indonesia lakukan, dua kesalahan tidak dapat dibenarkan. Saya tidak berpikir akan mendorong Malaysia melakukan hal yang sama, membakar bendera dan melemparkan kotoran. Bahkan, kami akan menghentikan mereka dari melakukan hal itu,” katanya seperti dilansir The Star.

Baca Juga :  Isi Komputer "Pembocor Wikileaks" Terungkap di Pengadilan

Anifah mengatakan, aksi demonstrasi dengan melemparkan kotoran manusia di Kedutaan Malaysia di Jakarta dan ancaman terhadap warga Malaysia di Indonesia, dapat menciptakan persepsi negatif di masyarakat.

“Dalam hubungan internasional, kita harus memberi dan menerima. Tetapi, lebih dari itu kita harus melindungi integritas dari negara kita,” imbuhnya. Ini merupakan pernyataan paling keras yang dilontarkan pejabat Malaysia terkait dengan rangkaian demonstrasi yang dilakukan di Jakarta sejak awal pekan ini.

Kelompok Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia mengecam penangkapan tiga petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia oleh Polisi Laut Malaysia (MPM) di perairan Tanjung Berakit, Bintan, 13 Agustus 2010.Mereka ditangkap tidak lama setelah menahan tujuh nelayan Malaysia yang diduga kuat masuk wilayah kedaulatan RI secara ilegal.

Namun, aksi protes di depan Kedubes Malaysia Senin (23/8) lalu berlanjut dengan melempar tinja dan menginjak-injak dan membakar kain yang mirip dengan bendera Malaysia, Jalur Gemilang.

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Malaysia_Ancam_Larang_Warganya_ke_Indonesia

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*